Dharma Wacana

Lahirkan Anak Kembar Buncing, Benarkah Harus Diasingkan?

Sementara bayi kembar buncing yang lahir di keluarga ningrat dinyatakan sebagai pembawa berkah.

Lahirkan Anak Kembar Buncing, Benarkah Harus Diasingkan?
TRIBUN BALI
IDA PANDITA MPU JAYA ACHARYA NANDA

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Melahirkan anak kembar buncing menjadi sebuah momok menakutkan bagi masyarakat jaba.

Sebab dalam adat-istiadat di Bali itu disebut manaksalah, yang sanksinya berupa pengasingan di kuburan.

Namun sesungguhnya ini merupakan bentuk diskriminasi oleh kalangan raja terhadap rakyat kecil.

Sayangnya, beberapa desa adat masih menerapkan sistem manaksalah ini.

Maka jangan salahkan nanti kalau anak muda kita meninggalkan agama Hindu, karena tidak rasional.

Tokoh Hindu dunia, Mohandas Gandhi pun pernah mengatakan, ” jika seribu Weda mengatakan api itu dingin, jangan dipercaya,’’.

Itu artinya harus ada pembuktian terlebih dahulu.

Manaksalah merupakan produk adat, bukan keputusan agama.

Adat-istiadat ada tiga jenis.

Pertama, adat-istiadat bersumber dari Weda

Halaman
123
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved