Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Konsultasi Psikiater

Bimbang Pilih Cowok Luar Bali Atau Cowok Sama Kasta? Sabar, Ini Solusinya

Konsultasi Psikiater oleh: Prof Dr Luh Ketut Suryani, SKj. Pembaca bisa mengirimkan pertanyaan ke email: redaksi.tribunbali@gmail.com/ 081337681001

Editor: Irma Yudistirani
Net
Ilustrasi bimbang memilih dua pilihan. 

Diasuh oleh: Suryani Institute for Mental Health

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Saya Yuri, saya sedang bingung dengan perasaan saat ini.

Saya punya pacar yang tinggalnya jauh di sana, di luar Pulau Bali.

Perkenalan dan pertemuan kami terjadi saat saya mendapat tugas di luar Bali.

Meskipun kultur dan agama kami berbeda, tapi terus terang saya merasa nyaman dengan dia. Setelah akhirnya saya harus kembali ke Bali, kami pun menjalin hubungan pacaran jarak jauh.

Cara seperti itu sudah berlangsung selama tiga tahun. Walaupun tidak bisa bertemu langsung dengan bertatap muka, tapi kami berkomunikasi lewat telepon dan SMS.

Dia orangnya memang pendiam dan usianya lebih tua tiga tahun dari saya. Tapi itu yang membuat semuanya terasa lebih lengkap. Dia pendiam dan saya banyak omong.

Dia penyabar dan pendengar yang baik. Beberapa kali saya sempat memutuskan hubungan sepihak karena alasan perbedaan kami, tapi dia tidak pernah mengiyakan. Bahkan dia bilang perbedaan itu justru indah.

Sebenarnya dia sempat datang ke Bali dan menemui saya. Tapi orangtua saya tidak menyetujuinya karena dianggap banyak perbedaan di antara kami.

Katanya mereka tidak akan pernah bahagia jika saya meneruskan hubungan dengan dia. Kami tetap berjuang untuk mohon restu orangtua.

Selain itu, belum lama ini, ada laki-laki lain di Bali yang ternyata suka sama saya. Kasta kami sama. Sebenarnya dia perhatian dengan saya maupun dengan keluarga saya.

Tapi sebenarnya saya masih cinta dengan pacar yang ada di luar pulau itu. Begitu juga dengan dia. Bahkan tahun ini dia berencana akan datang ke Bali untuk mohon restu kepada orangtua saya agar bisa ke jenjang yang lebih serius.

Prof, mohon sarannya. Apakah yang seharusnya saya lakukan? Apakah saya mesti mengikuti kata hati dan meneruskan hubungan dengan yang jauh itu? Atau menuruti saran ibu saya untuk coba mendekatan dengan yang sekasta saja? Terimakasih Prof. (*)

Yuri yang manis,

Pertemuan memang sering merupakan awal sebuah kisah perjalanan cinta seseorang.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved