Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Konsultasi Psikiater

Bimbang Pilih Cowok Luar Bali Atau Cowok Sama Kasta? Sabar, Ini Solusinya

Konsultasi Psikiater oleh: Prof Dr Luh Ketut Suryani, SKj. Pembaca bisa mengirimkan pertanyaan ke email: redaksi.tribunbali@gmail.com/ 081337681001

Tayang:
Editor: Irma Yudistirani
Net
Ilustrasi bimbang memilih dua pilihan. 

Di dalam memilih pasangan hidup erat hubungannya dengan bagaimana anda merasakan perkawinan orangtua anda waktu kecil.

Kenyamanan yang diperoleh dari merasakan orangtua anda sangat mempengaruhi idola yang akan anda pilih. Kalau menuruti kata hati yang hanya berlandaskan cinta saja, maka anda akan pilih pacar anda yang dari luar Bali.

Risikonya anda akan menghadapi perbedaan budaya, beda agama, kebiasaaan dan keluarganya. Berat memang dan kalau anda bercerai lalu kembali ke keluarga akan menjadi beban karena di awal anda memutuskan untuk keluar dari keluarga dan agama anda dengan segala risikonya.

Sanggupkah anda meninggalkan keluarga dan agama anda karena anda akan mengikuti keluarga suami anda kalau anda menikah?

Di lain pihak kalau anda memilih laki-laki Bali yang baru belakangan hadir dengan kasta yang sama dan laki-laki tersebut mencintai Anda, maka tidak banyak masalah yang harus anda hadapi.

Anda tinggal meramu sedikit dan masalah tidak banyak. Orangtua anda pasti menyenanginya. Sekarang tergantung anda. Ingin mencari yang sulit dan gairah menghadapi tantangan, di mana semakin ditantang menjadi semakin gairah, maka pilih yang luar Bali.

Banyak cerita dan pengalaman yang diperoleh karena tantangan menghadapi hidup ini menarik untuk diceritakan. Tetapi kalau tidak ingin repot dan tidak berani menghadapi tantangan keluar dari keluarga dan agama, jika ada yang mudah kenapa harus memilih yang berbelit-belit.

Dalam memilih pasangan jangan hanya menggunakan rasa untuk memenuhi kriteria idaman anda. Gunakan juga logika anda, bisakah dia mendampingi anda.

Di samping itu pernikahan tidak hanya menyangkut diri anda, tetapi juga keluarga, mampukah anda menyesuaiakan diri dengan keluarganya atau dia dengan keluarga anda?

Kalau semua ini bisa anda terima, dan dalam keadaan tenang dan hening anda merasa dia idaman hati anda, maka sebaiknya putuskan cepat untuk memilih dia sebagai pasangan hidup anda.

Cinta bisa tumbuh kalau anda mau membuka pintu dan mau merasakan serta menikmatinya. Jangan biarkan diri ragu untuk mengambil keputusan. Semua hubungan pasti ada masalah, berat dan ringannya masalah tergantung anda memilah-milah masalah itu.

Sekarang gunakan hati untuk memilih. Cinta akan tumbuh dan berkembang tergantung bagaimana kita memelihara dan memupuknya. Anda menikah untuk mencapai kebahagiaan hidup.

Anda menikah untuk menjadi satu tim yang saling memerlukan, saling mencintai, dan saling menghargai.

Sebuah tim yang mampu melahirkan tunas-tunas penerus keturunan, sebagai penerus sebuah generasi, sebagai penerus sebuah suku bangsa yang bisa memberikan keunikan tersendiri untuk berkiprah di kehidupan ini. (*)

* Pertanyaan anda akan dijawab oleh psikiater dari Suryani Institute for Mental Health dan dimuat pada rubrik Bincang Psikiater. Terbuka untuk umum
Sumber: Tribun Bali
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved