Berawal Dari Tegalan Angker, Ternyata Ada Kerangka Jero Wayan Kulit, Gigi dan Tengkorak Masih Utuh!
Lahan kosong seluas sekitar 25 are di Banjar Minggir di Desa Pakraman Ketapang Paibon Klod, Desa Batununggul, Nusa Penida dikenal angker
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, NUSA PENIDA- Penduduk Banjar Minggir, Desa Pakraman Ketapang Paibon Klod, Desa Batununggul, Nusa Penida sudah beratus-ratus tahun lamanya tidak pernah menyadari keberadaan kuburan leluhur mereka yang bernama Jero Wayan Kulit.
(Kerangka Jro Wayan Kulit di Tegalan ‘Angker’ Dingaben, Keturunan Diminta Bayar Kaul Lidah Manusia!)
Suatu ketika, keanehan yang terjadi di sebuah tegalan kosong menjadi awal yang membuka takbir keberadaan kuburan dari leluhur penduduk Banjar Minggir tersebut.
Lahan kosong atau tegalan seluas sekitar 25 are di Banjar Minggir di Desa Pakraman Ketapang Paibon Klod, Desa Batununggul, Nusa Penida dikenal angker oleh masyarakat setempat.
Menurut penuturan warga setempat, aura mistik dan angker sangat terasa ketika memasuki lahan kosong tersebut.
"Tidak ada warga yang berani menggarap tegalan tersebut. Setiap ada warga yang masuk ke tegalan itu, pasti mengaku takut dan bulu kuduknya berdiri," ujar Ketut Suartina, warga Banjar Minggir, Desa Pakraman Ketapang Paibon Klod, Desa Batununggul, Nusa Penida.
Pernah suatu ketika, lahan kosong tersebut akan digarap oleh petani sekitar dengan menanaminya tumbuhan palawija.
Namun, tidak satupun tumbuhan palawija yang dapat tumbuh di lahan kosong itu.
Warga juga menemukan tumpukan batu yang tampak seperti suatu penanda.
Keanehan ini pun terus berlanjut, hingga akhirnya ada warga setempat yang mengalami mimpi jika lahan tersebut adalah kuburan.
"Pada jaman dahulu, tidak ada setra umum. Melainkan dikuburkan di tegalan atau bahasa Nusa Penida disebut 'Mel'. Setelah menerima informasi dari warga terkait mimpi dan hal-hal aneh di tegalan tersebut, para penglingsir menanyakan hal tersebut ke Ida Pandita Dukuh Acahrya Daksa dari Geria Dukuh Samiaga, Penatih, Denpasar. Dari konsultasi tersebut, disebutkan jika di tegalan tersebut terkubur leluhur Banjar Minggir yang meminta untuk diaben," jelas Ketut Suartina.
Setelah merujuk dari berbagai sumber lontar di desa setempat, warga menduga kuat jika di tegalan tersebut memang terkubur jenazah Jero Wayan Kulit yang sudah berabad-abad lamanya.
Pasca meminta petunjuk, dilakukanlah penggalian di tegalan yang diduga kuburan dari Jero Wayan Kulit.
Dugaan warga pun terbukti.
Di tegalan tersebut ditemukan kerangka jenazah manusia.
Gigi dari jenazah tersebut diketahui masih utuh dan tengkorak jenazah menghadap ke barat.
Jenazah tersebut juga terkubur bersama taring babi, kerang dan cawang klasik.
Warga pun menyimpulkan jika kerangka tersebut merupakan jenazah leluhur mereka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-kerangka-manusia_20160821_165742.jpg)