Ibu dan Anak Ditusuk di Monang Maning
Pelaku Penusukan Di Monang Maning Pernah Pinjam Uang Dan Minta Pekerjaan Kepada Suami Korban
Saat kejadian, suaminya yang bekerja di Komisaris percetakan dekat rumah sakit Husada sedang bekerja. Di rumah hanya ada istri dan kedua ana
Penulis: Sarah Vanessa Bona | Editor: Eviera Paramita Sandi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ibu Suyani dan kedua anaknya menjadi korban penusukan di rumahnya di Jalan Gunung Lebah, Monang Maning Denpasar, Bali, Selasa (20/9/2016).
Suyani tewas ditangan penusuk dan jenazahnya dibawa ke RSUP Sanglah.
Sementara anak keduanya dilarikan ke IGD RSUP Sanglah karena kritis akibat mendapat luka tusukan.
Berdasarkan keterangan kerabat korban bernama Papang, kedua anak itu menjadi saksi yang melihat kejadian tersebut.
"Nggak tahu motifnya apa. Orangnya (keluarga) baik. Saya baru kenal 3 tahun tapi sudah seperti saudara," ujar kerabat keluarga yang sedang menjaga Jafar di IGD.
Saat kejadian, suaminya yang bekerja di Komisaris percetakan dekat rumah sakit Husada sedang bekerja.
Di rumah hanya ada istri dan kedua anaknya.
Kerabat korban menceritakan pelaku pernah datang ke rumah untuk meminjam uang karena istrinya sedang sakit dan butuh biaya berobat.
Pelaku juga pernah datang untuk meminta pekerjaan dan dicarikan pekerjaan juga oleh suami korban dan teman temannya.
"Saya belum pernah bertemu orangnya(perampok itu) tapi dia asalnya dari Malang," ujar kerabat korban
Dari informasi yang dihimpun Tribun Bali di lokasi kejadian, sebelum beraksi, sejak pagi tadi pelaku sudah berada di sebuah toko air isi ulang yang ada di dekat rumah korban.
Seorang saksi, Ketut Ariawan (38) menyatakan, sejak pagi pelaku terlihat mondar-mandir dan berada di tempat air isi ulang.
Pelaku adalah seorang pria, saat itu tampak memakai topi, dan baju putih garis-garis biru muda.
"Tapi tidak ada yang curiga. Hanya tahu mondar-mandir saja," katanya, Selasa (20/9/2016).
Ia mengaku, korban atas nama Suyani (39) sempat keluar dengan berlumuran darah, dan nampak merintih kesakitan.
Warga kemudian dihebohkan dengan teriakan saksi yang melihat kejadian tersebut, hingga semuanya berhamburan keluar rumah melihat lebih dekat ke lokasi kejadian.
"Saat itu saya berteriak, pembunuh-pembunuh. Setelah pelaku pergi baru orang-orang keluar. Dan pelaku sudah kabur. Saya dan istri pun ketakutan karena pelaku membawa pisau," tandasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/lokasi-penusukan_20160920_142417.jpg)