Sampah di Bali
Peringatan 80 Tahun Serangan Umum Kota Denpasar Bali, Kini Berjuang Perangi Sampah
sebagai generasi penerus, masyarakat Kota Denpasar memiliki tanggung jawab moral untuk mewarisi semangat tersebut.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - 80 tahun lalu, usaha mempertahankan kemerdekaan dari penjajah Belanda dilakukan dengan mati-matian.
Salah satunya terjadi di Denpasar yang dikenal dengan Serangan Umum Kota Denpasar pada 11 April 1946 yang dipimpin Kapten Ida Bagus Putu Japa.
Setelah 80 tahun berlalu, kini Denpasar, Bali, harus perang melawan sampah.
Perayaan tahun ini digelar pada Senin 13 Maret 2026, di Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung.
Baca juga: Kasanga Festival, Antisipasi Lapangan Puputan Badung Bali Becek, Siapkan Jalan Setapak Dari Triplek
Perayaan digelar dengan apel dan juga tabur bunga di depan Monumen Puputan Badung.
Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menekankan pentingnya menjaga spirit perjuangan para pahlawan untuk menjawab tantangan zaman saat ini, khususnya dalam membangun kota.
Ia mengingatkan bahwa tanggal 11 April merupakan tonggak sejarah di mana para pejuang di Denpasar gigih mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari intervensi Belanda pada tahun 1946 silam.
"Setiap tanggal 11 April, kita selalu memperingati Hari Serangan Kota Denpasar. Di hari yang bertepatan dengan itu, kita harus tetap menjaga spirit perjuangan masyarakat, khususnya para pejuang yang lahir di Kota Denpasar untuk mempertahankan kemerdekaan dari usaha intervensi asing di tahun 1946," ujar Arya Wibawa.
Menurutnya, sebagai generasi penerus, masyarakat Kota Denpasar memiliki tanggung jawab moral untuk mewarisi semangat tersebut.
Jika dulu perjuangan dilakukan dengan melawan penjajah, maka di tahun 2026 ini, semangat tersebut harus ditransformasikan ke dalam kerja nyata membangun daerah.
Arya Wibawa meyakini bahwa kunci utama dalam menghadapi tantangan kota adalah kebersamaan.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergotong royong menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi Ibu Kota Provinsi Bali ini.
"Kami ingin menjaga semangat masyarakat untuk bersama-sama membangun Kota Denpasar yang kita cintai ini. Kami meyakini dengan gotong royong dan semangat kebersamaan, semua masalah yang sedang kita hadapi bisa ditangani sesegera mungkin," imbuhnya.
Salah satu isu krusial yang menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Denpasar saat ini adalah penanganan sampah.
Ia mencatat adanya kemajuan signifikan sejak pemberlakuan instruksi terbaru pada awal bulan ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Peringatan-80-Tahun-Serangan-Umum-Kota-Denpasar-Bali-Kini-Berjuang-Perangi-Sampah.jpg)