Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Kasus Pembunuhan Narinten Belum Terungkap, Kapolres Buleleng Akui Minim Bukti

Kasus tersebut sedang ditangani Polres Buleleng setelah beberapa waktu dilimpahkan dari Polsek Kota Singaraja

Penulis: Lugas Wicaksono | Editor: Aloisius H Manggol
Tribun Bali/Lugas Wicaksono
Kerabat dan warga mendatangi upacara pengabenan Ketut Narinten di Setra Desa Anturan, Buleleng, Minggu (8/5/2016). 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Kasus Pembunuha Ketut Narinten (60) di Desa Anturan, Buleleng sampai kini masih belum terungkap meski sudah empat bulan berlalu.

Kini kasus tersebut sedang ditangani Polres Buleleng setelah beberapa waktu dilimpahkan dari Polsek Kota Singaraja.

Kapolres Buleleng, AKBP Made Sukawijaya mengatakan, pihaknya kesulitan mengungkap kasus pembunuhan yang terindikasi berencana ini karena minimnya bukti.

Terakhirnya kali polisi mengamankan barang bukti berupa bantal dan sarung diduga ada bercak darahnya yang ditemukan di kamar suami Narinten, Ketut Nurata.

Namun setelah diperiksa tim Labfor Polda Bali tidak diketahui hasilnya karena bercak darah sudah rusak.

Beberapa waktu lalu dengan dibantu Mabes Polri dan Polda Bali, Polres Buleleng menggunakan lie detector untuk memeriksa tiga saksi kuat.

Namun polisi enggan menyebutkan hasil dari pemeriksaan itu.

“Kita sudah pakai lie detector untuk tiga saksi, hasilnya sudah keluar, tapi kita tidak bisa beberkan karena ini berkaitan dengan penyidikan. Ada beberapa jawaban dari pertanyaan yang dijawab bohong,” ujar Sukawijaya, Kamis (22/9).

Selain itu, hasil lie ditector tidak semata bisa dijadikan sebagai alat bukti.

Menurut dia, harus ada bukti-bukti pendukung lainnya untuk menetapkan seorang saksi menjadi tersangka.

“Inilah kesulitan kita karena minim sekali bukti. Kita tidak bisa hanya dari hasil lie detector saja, karena nanti akan kita bawa ke kejaksaan buktinya kurang,” ucapnya.

Ia berharap kasus ini segera terungkap.

Namun ia tidak dapat menjamin kapan kasus ini akan terungkap.

Jasad Narinten ditemukan sudah telungkup tak bernyawa di sebuah tegalan di Banjar Pasar, Desa Anturan Buleleng, Selasa (3/5/2016).

Jasadnya sudah membusuk dengan bau yang sangat menyengat.

Kulit tubuhnya sudah lebam dan menghitam dengan kondisi kepala yang terkoyak.

Dari hasil autopsi dipastikan Narinten tewas karena dibunuh.

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved