IGD RSUP Sanglah Geger, Pasien Teriak Sambil Memaki Petugas Minta Disuntik Mati!
Ruang IGD RSUP Sanglah mendadak ramai saat suara teriakan seseorang yang terdengar sedang memaki memenuhi ruangan
Penulis: Sarah Vanessa Bona | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Ruang IGD RSUP Sanglah mendadak ramai saat suara teriakan seseorang yang terdengar sedang memaki memenuhi ruangan.
Seorang perawat keluar dari ruangan dengan terburu-buru dan meminta petugas keamanan menenangkan pasien yang tengah ngamuk tersebut.
Martin Padji Ratu (25) duduk di tempat tidurnya dan terlihat marah sambil memaki seluruh petugas medis karena emosi tak segera diberikan tindakan medis, Jumat (23/9/2016).
Martin asal Kupang, NTT itu berteriak kepada para petugas RSUP Sanglah untuk segera menyuntik mati dirinya.
Ia bukannya marah tanpa alasan, Martin menjelaskan bahwa ia yang menderita sakit batu empedu itu sudah tak bisa menahan kesabarannya karena tak kunjung mendapatkan penanganan dari pihak medis sejak Kamis (22/9/2016) malam.
Martin yang sedang sakit itu pun memaksakan dirinya bangun dari tempat tidur sambil membereskan barang-barang bawaannya.
Ia bahkan sempat menelepon saudaranya untuk dicarikan rumah sakit lain yang lebih baik melayani pasien.
Para dokter pun berusaha menahan Martin dan mencoba memberikan penjelasan dan sempat membawa istrinya menjauh dari Martin untuk memberikan saran.
Setelah beberapa dokter memberikan penjelasan pada istri Martin, akhirnya karyawan Cargo Mal Bali Galeria Denpasar itu mau kembali membaringkan diri di tempat tidur.
Saat kekesalannya sudah mereda, Martin juga mengatakan sedikit menyesal sudah membentak dan memaki petugas karena emosi sesaat.
Martin mengaku terpaksa memaki para petugas karena tak kuat menahan sakit pada bagian perutnya.
Ia sudah berkali-kali meminta kepada dokter agar segera diberikan obat antibiotik namun permintaannya terkesan diabaikan.
"Sakit sekali. Untuk berbicara pun sebenarnya saya sudah tidak sanggup. Tapi tidak ada penanganan apapun yang diberikan kepada saya. Alasan mereka masih tahap observasi," keluh Martin saat ditemui di IGD.
Martin yang menggunakan asuransi BPJS tersebut juga mengkritik masa observasi yang dinilainya sangat tidak wajar.
Sejak dirinya masuk ke IGD pada Kamis (22/9/2016) malam hingga pada hari Jumat (23/9/2016) siang, Martin hanya mendapatkan penanganan berupa cek lab.
Pemeriksaan itu meliputi cek darah, hati, usus, dan empedunya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/rsup_20160923_235459.jpg)