Di Sinilah Markas Geng MS 13 di Denpasar, Meresahkan Sering Berbuat Onar
Geng motor MS 13 kerap melakukan aktivitas kumpul-kumpul di bawah pohon mangga depan sebuah rumah di Jalan Badak Agung VIII.
Penulis: I Dewa Made Satya Parama | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
“Karena masih di bawah umur penanganannya diserahkan ke unit PPA,” katanya, kemarin.
Selain itu ia belum bisa menjelaskan motif dari aksi penusukan yang diduga melibatkan anggota geng MS 13.
“Untuk motifnya kami masih mendalaminya,” tegasnya.
Menurut Sosiolog Udayana, Wahyu Budi Nugroho, peran pihak sekolah serta ketegasan aparat hukum dianggap bisa meminimalisirkan perilaku remaja yang menjurus ke tindakan kriminalitas.
Pihak sekolah alangkah baiknya mulai menyibukkan siswanya melalui ekstra kulikuler, sehingga para remaja mendapatkan wadah yang positif.
Selain menyoroti peran institusi pendidikan, Wahyu juga beranggapan bahwa peran aparat hukum harus lebih tegas lagi dalam mencegah kenakalan remaja yang berujung aksi anarkis.
Apalagi jika ditemui remaja yang lebih dari sekali melakukan tindakan kriminal, aparat hukum harus berani memberikan sanksi tegas.
“Kalau sudah dikasi penyuluhan masih bandel, misalnya tertangkap 2 kali maka perlu sanksi yang lebih keras,” ungkapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/grafis-geng-motor3_20161019_103346.jpg)