Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Di Sinilah Markas Geng MS 13 di Denpasar, Meresahkan Sering Berbuat Onar

Geng motor MS 13 kerap melakukan aktivitas kumpul-kumpul di bawah pohon mangga depan sebuah rumah di Jalan Badak Agung VIII.

Penulis: I Dewa Made Satya Parama | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Tribun Bali/Prima/Dwi S/Tribun Jogja

Kejadian penganiayaan hingga berujung penusukan terhadap I Komang Armana (38) pada 18 September lalu masih teringat di benaknya.

Dia menceritakan, saat malam kejadian sekitar 00.20 Wita, korban sedang membeli enam bungkus nasi kepadanya.

Tiba-tiba Armana dikeroyok oleh anggota MS 13 hingga bersimbah darah di dekat warung tempatnya berjualan.

“Komang (korban, red) sempat ditusuk sampai berdarah oleh kumpulan anak muda itu, kasihan, padahal dia enggak punya masalah dengan mereka,” ucapnya sembari meneguk kopi.

Dia pun merasa aksi keji geng motor kepada korban merupakan salah sasaran.

Lebih lanjut, ia menerangkan saat itu banyak remaja yang membawa senjata tajam dan itu sudah sering dilihatnya beberapa kali saat mereka nongkrong di warungnya.

“Banyak yang bawa sajam, tapi saya tidak tahu di mana dia menyimpan barang itu,” tuturnya.

Selain kerap melakukan aksi pengeroyokan, kumpulan remaja itu pun seringkali minum-minuman keras dan kemudian berangkat menuju Jalan Serangan atau Jalan Hayam Wuruk untuk melakukan trek-trekan.

Sementara menurut penuturan masyarakat sekitar Jalan Badak Agung, geng motor MS 13 kerap melakukan aktivitas kumpul-kumpul di bawah pohon mangga depan sebuah rumah di Jalan Badak Agung VIII.

Diduga rumah tersebut pentolan seorang anggota MS 13.

“Setelah ngumpul di sana, mereka langsung pergi nggak tahu ke mana perginya. Tapi setahu saya, di sekitar sini (Jalan Badak Agung) mereka nggak pernah bikin ribut,” ujar warga yang menolak namanya ditulis ini, Rabu (19/10/2016).

Di tempat terpisah, Dit Krimum Polda Bali telah mengamankan 14 anggota geng motor MS 13 yang terlibat berbagai kasus kriminal.

Hingga kemarin, status meraka masih sebagai saksi.

Saat ini Polda Bali tengah mencari keberadaan dua pelaku lainnya yang diduga menjadi pimpinan ataupun otak aksi penusukan yang pernah dilakukan geng motor tersebut.

Kapolda Bali, Irjen Pol Sugeng Priyanto, menyatakan ke-14 remaja itu kini telah diproses di unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Bali.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved