Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Tragedi Pegawai Honorer yang Dilecehkan Tukang Urut di Bali

Kasus di Tabanan, Bali, ini bikin kita harus mengelus dada. Sebab ada seorang pegawai honorer di Pemkab Tabanan jadi korban pelecehan seksual.

Penulis: I Made Argawa | Editor: Irma Yudistirani
Tabloid Nova
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN – Kasus di Tabanan, Bali, ini bikin kita harus mengelus dada.

Sebab ada seorang pegawai honorer di Pemkab Tabanan jadi korban pelecehan seksual.

Korbannya berinisial Putu W (19), warga Banjar Kemetug, Desa Gunung Salak, Kecamatan Selemadeg Timur berinisal Putu MW (19) yang merupakan seorang pegawai honorer di Pemkab Tabanan, Bali.

Ia dilecehkan oleh seorang tukang urut berinisial I Wayan S (72), yang tinggal di Banjar Yeh Malet Kaja, Desa Belumbang, Kecamatan Kerambitan.

Baca: Tukang Urut Masukkan Jari ke Organ Intim Putu MW, Tapi Hasil Visumnya Begini
Baca: Duh, Tukang Urut Masukkan Jari Tangan ke Bagian Terlarang Pasiennya di Bali

“Saya diurut karena terjatuh dari tangga, saat ke Yeh Malet saya menggunakan celana jin panjang dan tidak bisa digulung, makanya saya ganti dengan menggunakan jaket bapak,” kata Putu MW, Kamis (20/10/2016).

Kasus ini bisa jadi pelajaran buat kita supaya lebih waspada.

Kronologinya, saat diurut, korban hanya mengenakan jaket orangtuanya.

Awalnya diurut dari mata kaki di bagian keseleo, terus ke betis hingga ke bagian paha.

“Setelah itu menyentuh bagian terlarang,” ujarnya.

Dari informasi yang dihimpun, kejadian itu terjadi hari Rabu tanggal 19 Oktober 2016 sekira jam 19.00 wita, korban bersama orang tuanya, I Made Artaya, datang ke rumah terlapor, I Wayan S, untuk berobat karena pergelangan kaki Putu MW keseleo/terkilir.

Awalnya saat dilakukan pemijatan, korban ditemani oleh bapaknya.

I Wayan S berulang-ulang menyampaikan kepada Artaya untuk membelikan korban air minum agar memperlancar peredaran darah.

Sehingga Artaya pergi ke warung.

Sewaktu orangtua korban berada di warung, tiba-tiba korban berteriak karena tangan kiri korban menyentuh kemaluan korban dan memasukkan jari tangannya ke dalam kemaluannya.

Sewaktu korban bertanya kepada terlapor, terlapor bilang untuk memperlancar peredaran darah.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved