Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Tegang, PNS Ini Pingsan Dihukum Hormat Bendera oleh Mangku Pastika

Diketahui kemudian, orang yang ditegur Pastika itu adalah pegawai kontrak Pemkot Denpasar bernama Dewa Gede Risky.

Penulis: A.A. Gde Putu Wahyura | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Tribun Bali / AA Gde Putu Wahyura
Pastika saat menasehati PNS tidak disiplin didepan ratusan pegawai lainnya di lapangan Renon, Denpasar, Bali, Jumat (28/10/2016). 

Mendengar luapan teguran Pastika, Gede Risky tampak hanya tertunduk dan diam seribu bahasa tanpa menyangkal kesalahannya sedikitpun.

Pastika menanyakan namanya dan dari instansi mana ia berasal.

“Ga pake emblem nama lagi kamu, siapa namamu? Kesatuan apa, SKPD mana kamu? Sudah berapa tahun kamu jadi pegawai? Baris saja gak ngerti,” ujar Pastika sambil mencopot topi pegawai tersebut, dan mengangkat dagu pegawai tersebut agar menatap ke arahnya.

Gede Risky hanya menjawab sedikit dengan nada sangat pelan walaupun tetap dengan wajah yang masih menghadap ke bawah, tanpa berani memandang sedikitpun wajah Pastika.

“Nama saya Dewa Gede Risky dari Bagian Hukum, sudah 5 tahun jadi pegawai,” jelas Risky dengan nada pelan dan pandangan menatap ke bawah.

Pastika lantas meminta Risky untuk ikut dengannya ke arah tiang bendera di bagian utara.

Setelah sampai di bawah tiang bendera, ia meminta Risky untuk diam di bawah tiang bendera dan melakukan penghormatan ke sang saka Merah Putih. 

“Kamu berdiri di sini, hormat kamu. Di depan kita, kamu ngobrol kanan kiri. Berdoa saja dia ngobrol, gak pernah belajar baris apa,” Pastika menghardik si pegawai, disaksikan para tamu undangan yang melihat langsung kejadian tersebut.

Pastika pun memanggil Kasatpol PP Provinsi Bali, Made Sukadana, untuk menginstruksikan Risky agar hormat kepada bendera Merah Putih.

“Kasatpol PP mana? Sini, kamu suruh dia hormat ke Merah Putih,” tegas Pastika sambil menatap Sukadana.

Selepas itu, Pastika meninggalkan lapangan upacara dengan mimik yang terlihat masih menunjukkan kekesalan.

Selepas Pastika keluar lapangan, banyak pejabat dari Pemprov Bali dan Pemkot Denpasar saling tuding soal asal pegawai tersebut.

Terdengar mereka saling lempar tanggungjawab tentang ulah pegawai tersebut.

“Pegawai Pemkot Denpasar itu, dia sudah tidak disiplin. Menek, darah militer Pak Gubernur dadine (muncul darah militer Pak Gubernur jadinya, red),” terdengar pembicaraan beberapa pejabat yang ikut upacara bendera tersebut.

Sekretaris Daerah Pemkot Denpasar, AA Ngurah Rai Iswara, terlihat mukanya memerah saat menyaksikan langsung anak buahnya disemprot Pastika.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved