Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Payudara Ketut Biji Membusuk, Infus Dadong Ini Dibuang Perawat RSUD Buleleng!

Luka pada bagian payudara kiri Dadong Ketut Biji sudah dialami sejak 1,5 tahun lalu

Penulis: Lugas Wicaksono | Editor: Aloisius H Manggol
Tribun Bali/Lugas Wicaksono
Ketut Biji (kanan) menunjukkan payudaranya yang membusuk bersama menantunya, Jro Putu Suwiranata (kiri) di rumahnya di Dusun Pegayaman, Desa Temukus, Kecamatan Banjar, Buleleng, Senin (31/10/2016). 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Ketut Biji (70) tampak duduk tenang di balebengong rumahnya di Dusun Pegayaman, Desa Temukus, Kecamatan Banjar, Buleleng, Senin (31/10/2016).

Sekilas ia terlihat sehat, tetapi saat dibuka bajunya, terlihat payudara kirinya mengalami luka dan pembusukan.

Menantu Biji, Jro Putu Suwiranata (55) menuturkan, luka pada bagian payudara kiri mertuanya itu sudah dialami sejak 1,5 tahun lalu.

Ketika itu Biji mengeluh sakit pada bagian payudaranya.

Suwiranata bersama istrinya, Ketut Tantri (53) lalu mengantarkan nenek ini berobat ke seorang dokter di RSUD Buleleng.

Dokter itu mengatakan jika Biji menderita tumor dan harus segera dioperasi.

Demi kesembuhan mertuanya, Suwiranata mengiyakan saran dari dokter.

Biji pun dioperasi pada bagian payudara kirinya.

“Setelah dioperasi tahu-tahu diambil hanya sedikit saja dagingnya untuk mengetahui kebenaran penyakitnya,” ujar Suwiranata.

Setelah diperiksa kembali dari hasil operasi itu, dokter yang tidak diingat namanya oleh Suwiranata ini mengatakan jika mertuanya menderita kanker ganas.

Dokter tersebut menyarankan agar Biji kembali menjalani operasi untuk kedua kalinya.

Dan lagi, demi kesembuhan mertuanya, Suwiranata menyanggupi operasi.

Namun Biji tidak segera dioperasi, ia harus menunggu sampai sebulan untuk dioperasi.

Selama menunggu, nenek ini menjalani pemeriksaan di tempat praktik dokter tersebut tiga hari sekali.

Sampai pada akhirnya jadwal operasi tiba.

Sehari sebelum operasi, dokter mengatakan kepada Suwiranata bahwa setelah operasi mertuanya itu membutuhkan satu jenis darah seharga Rp 1,5 juta per kantong yang hanya bisa didapat di RSUP Sanglah Denpasar.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved