Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Payudara Ketut Biji Membusuk, Infus Dadong Ini Dibuang Perawat RSUD Buleleng!

Luka pada bagian payudara kiri Dadong Ketut Biji sudah dialami sejak 1,5 tahun lalu

Tayang:
Penulis: Lugas Wicaksono | Editor: Aloisius H Manggol
Tribun Bali/Lugas Wicaksono
Ketut Biji (kanan) menunjukkan payudaranya yang membusuk bersama menantunya, Jro Putu Suwiranata (kiri) di rumahnya di Dusun Pegayaman, Desa Temukus, Kecamatan Banjar, Buleleng, Senin (31/10/2016). 

Karena itu setelah dioperasi dokter meminta Biji dirujuk ke RSUP Sanglah, karena kondisinya yang sudah renta.

Selain itu, setelah dioperasi harus dijarit tembak yang sekali tembaknya biayanya Rp 2,5 juta.

Dokter mengatakan supaya penyakitnya segera sembuh dan kembali normal.

Suwiranata tidak langsung menyanggupi mertuanya untuk dioperasi, dan meminta waktu untuk mencari uang Rp 4 juta dan memusyawarahkannya dengan keluarganya.

Jadwal operasi rencana keesokan harinya pukul 08.00 Wita.

Keesokan hari sekitar pukul 07.00 Wita Suwiranata datang ke RSUD Buleleng mencari dokter tersebut untuk berkonsultasi sebelum mertuanya dioperasi.

Namun dokter tersebut tidak ada, dan ternyata Biji sudah dibawa ke ruang operasi.

Ia mengaku mendapat tanggapan yang tidak nyaman dari perawat yang membawa mertuanya.

“Mertua saya mau dibawa ke ruang operasi, saya tahan karena belum konsultasi sama dokternya, saya belum jawab iya atau tidak. Perawatnnya marah-marah, infus mertua saya dibuang. Saya marah mertua saya manusia diperlakukan seperti binatang,” tuturnya.

Ia lalu dipanggil kepala ruang operasi.

Kepala ruangan mengatakan jika Biji dipersilahkan pulang karena belum siap untuk dioperasi dan mempersilakan melakukan konsultasi dengan dokter yang menangani di luar rumah sakit.

Suwiranata lantas membawa mertuanya pulang dengan perasaan kecewa.

Keesokan harinya, Suwiranata membawa Biji untuk memeriksakan diri ke dokter di Denpasar.

Namun, betapa terkejutnya dirinya ketika dokter mengatakan jika mertuanya itu tidak menderita kanker ganas.

“Semestinya nggak perlu dioperasi kenapa dikasih operasi, sebenarnya ini nggak pantas untuk dioperasi,” ucapnya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved