Api Berkobar, Pasutri Pilih Tewas Berpelukan di Padangsambian, Suami Tunanetra, Istri Pincang!
Peristiwa yang menewaskan pasangan suami istri (pasutri) itu terjadi sebuah rumah kos di Jalan Tunjung Sari, Gang Menuri VI, Banjar Padangsambian
Penulis: I Gusti Agung Bagus Angga Putra | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Peristiwa kebakaran kembali terjadi di wilayah Denpasar, Selasa (13/12/2016).
Peristiwa yang menewaskan pasangan suami istri (pasutri) itu terjadi sebuah rumah kos di Jalan Tunjung Sari, Gang Menuri VI, Banjar Padangsambian.
Mereka diketahui bernama Pak Martini dan Syahwati.
Informasi di lapangan menyebutkan, Pak Martini adalah seorang tunanetra.
Sementara istrinya menderita pincang pada kakinya.
Keduanya terlambat menyelamatkan diri saat api melahap kamar kos tempat mereka tinggal.
Jenazah keduanya ditemukan dalam kondisi saling berpelukan di tengah kobaran api.
"Saat kebakaran, di sini lagi sepi karena semuanya lagi bekerja. Tidak ada yang menolong Pak Martini dan Bu Syahwati, ucap seorang warga sambil menahan isak tangis.
Sang anak yang tiba di lokasi kebakaran langsung berteriak histeris begitu mengetahui orangtuanya telah tewas.
Warga sekitar berusaha menenangkannya.
Ia tak kuasa menahan kesedihan dan langsung tumbang.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/padangsambian_20161213_130846.jpg)