Bom di Ubud Bali
VIDEO: Begini Suasana Tim Jihandak Polda Bali Amankan Tas Diduga Berisi Bom di Ubud
Tak lama tim penjinak bahan peledak (Jihandak) Polda Bali tiba di lokasi dan mensterilkan dari kerumunan warga yang menonton.
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Sebuah tas hitam yang ditemukan seorang pemilik warung bernama, I Ketut Suela di depan warungnya yang berlokasi di Jalan Raya Banjar Lungsiakan, Desa Kedewatan, Ubud, Selasa (20/12/2016) pagi.
Saat dia membuka rolling door warungnya, dia melihat tas hitam tergeletak di depan warungnya.
Pada tas tersebut tertempel kertas putih bertuliskan 'Bom'.
Lalu dilaporkan ke kepolisian atas penemuan tas hitam tersebut.
Tak lama tim penjinak bahan peledak (Jihandak) Polda Bali tiba di lokasi dan mensterilkan dari kerumunan warga yang menonton.
Video tersebut terekam oleh netizen di lokasi dan diunggah di Youtube dengan akun Vastara Studio.
Video yang berdurasi sekira 4 menit 21 detik tersebut menggambarkan suasana saat tim jihandak bom dari Polda Bali menjinakkan tas hitam tersebut.
Berita sebelumnya, tas diduga berisi bom jenis low explosive ditemukan di Jalan Raya Banjar Lungsiakan, Desa Kedewatan, Ubud, Bali, Selasa (20/12/2016).
Namun bom tersebut dapat dihancurkan sebelum meledak oleh Tim Jibom Polda Bali.
Berdasarkan informasi dihimpun di Polsek Ubud, bom tersebut menggunakan mesiu atau bahan utama mercon sebagai bahan peledaknya.
Rangkaian bom tersebut juga berisi tiga buah paku.
Peledakan bom tersebut mengandalkan tenaga surya.
Artinya, bila tas tersebut panas karena tersengat matahari maka bom akan meledak.
Kapolres Gianyar, AKBP Waluya mengatakan, tas yang diduga berisi bom tersebut dilihat pertama kali oleh seorang pemilik warung makan, I Ketut Suela.
Saat membuka rolling door warungnya, ia melihat tas hitam tergeletak di depan warungnya.