VIDEO: Waria 'Cantik' Berlenggok Perebutkan Gelar Miss Queen Waria Buleleng 2016
Mereka sebelumnya telah melalui seleksi ketat dan menyingkirkan ratusan waria lain sebelum sampai pada malam grand final ini.
Penulis: Lugas Wicaksono | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Komunitas Waria dan Gay Singaraja (Warga’s) menggelar malam penobatan Grand Final Miss Queen Waria Buleleng 2016 di Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja, Bali, Senin (19/12/2016).
Dalam grand final ini ada 14 finalis yang berkompetisi untuk menjadi Miss Queen Waria Buleleng 2016 menggantikan Miss Rasyela yang sudah menjadi Miss Queen Waria Buleleng selama 10 tahun.
Ketua Warga’s, Sisca Sena Dharma mengatakan, 14 finalis ini berasal dari sembilan kecamatan se-Buleleng.
Mereka sebelumnya telah melalui seleksi ketat dan menyingkirkan ratusan waria lain sebelum sampai pada malam grand final ini.
Pada malam grand final ini mereka dinilai oleh kelima dewan juri mulai dari wawasan, kecantikan, fashion, seni, sampai pengetahuan tentang kesehatan.
Dasar penilaian tidak saja hanya sekadar cantik, tetapi Miss Queen Waria harus memiliki wawasan yang luas.
Mereka melalui beberapa tahapan daam malam grand final ini, mulai dari pemilihan 10 besar, tiga besar sampai penobatan Miss Queen Waria.
Miss Queen Waria yang terpilih ini nantinya akan menjadi duta anti HIV/AIDs yang akan mensosialisasikan bahaya virus itu, terutama kepada generasi muda yang saat ini sudah mengenal seks bebas sejak usia belasan tahun.
Selama ini Warga’s memang dikenal konsen dalam bidang penanggulangan HIV/AIDs.
“Wawasan yang paling penting, cantik sih oke tetapi tidak harus. Sejauh mana mereka memiliki wawasan terutama HIV/AIDs, kami nilai bisa gak dia menjadi role model dalam mensosialisasikan bahaya HIV/AIDs maupun narkoba,” ujar Sisca.
Kini virus HIV/AIDs perkembangannya sangat pesat terutama di kalangan generasi muda.
Penyebab penyebaran virus ini di antaranya melalui seks bebas maupun narkoba.
Karena itu Warga’s selalu gencar mensosialisasikan bahayanya virus ini.
“Kami terus sosialisasi untuk merubah perilaku masyarakat dari perilaku hubungan seks beresiko menjadi hidup sehat, terutama yang kami sasar usia produktif. Bayangkan usia 16 tahun sudah mengenal seks lalu liam tahun kemudian terinfeksi. Masa depannya sudah gak ada karena harus bergelut dengan penyakit,” tuturnya.
Pemilihan Miss Queen Waria Buleleng ini telah dilaksanakan Warga’s sebanyak tiga kali.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/miss-queen-waria-buleleng_20161220_123027.jpg)