Wow, Patung Nakula Sahadewa dengan Konsep Mahabarata Bakal Saingi GWK
Di tahun 2017 ini, pemerintah tengah menyiapkan Rp 1,5 miliar untuk membangun Patung Nakula Sahadewa.
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Pemkab Badung melalui Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan (LHK) menggelontorkan dana besar untuk mempercantik tata kota di Badung Selatan, Bali.
Di tahun 2017 ini, pemerintah tengah menyiapkan Rp 1,5 miliar untuk membangun Patung Nakula Sahadewa.
Baca: Wow, Patung Dewa Siwa Seukuran Patung Liberty akan Berdiri di Titik Tertinggi Nusa Penida
Patung ini juga bisa menyaingi patung Garuda Wisnu Kencana (GWK).
“Kami di tahun ini akan membangun sebuah patung terbesar di kawasan Kuta Selatan dengan tema epos Mahabarata, yakni patung Nakula Sahadewa. Patung ini akan mempercantik tatanan kota di daerah tersebut,” jelas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan, I Putu Eka Merthawan saat ditemui di Puspem Badung, Selasa (3/1/2017).
Diperkirakan, kata dia, mega proyek ini akan dikerjakan pada bulan Maret-April, karena harus melalui proses lelang terselesaikan.
Untuk pembangunannya, diperkirakan akan memerlukan waktu 4-6 bulan.
Menurutnya, patung kategori terbesar ini memiliki tinggi sekitar 8 meter, yang akan dilengkapi dengan sebuah air mancur yang bisa menyejukkan suasana serta dihiasi dengan konsep pertamanan yang asri.
Konsep ini sejalan dengan daerah selatan yang terkadang krodit yang bisa menjadi penyegaran bagi yang melihatnya.
“Dengan konsep begitu, kami yakin setiap orang yang melihat hatinya akan menjadi sejuk. Karena dihiasi dengan air mancur dan taman yang asri,” imbuh pejabat asal Sempidi ini.
Patung tersebut merupakan cikal bakal terbentuknya daerah Jimbaran.
Dengan konsep ini diistilahkan sebagai “Dewa Kembar” dengan tujuan dapat mengintegrasikan ke konsep lahirnya daerah Jimbaran.
Proyek tersebut dibangun berdasarkan keadaan sekitar yang meliputi kawasan Hotel bintang lima dan merupakan kawasan strategis di Kuta Selatan dan akan dibangun di daerah Simpang Uluwatu II.
“Kearifan lokal yang menyebutkan di sana (Jimbaran), karena bertepatan dengan lokasi yang akan dibangun berhadapan dengan Pura Ulunsuwi di daerah tersebut. Terlebih lagi ada salah satu yang menjadi ikon yakni Dalem Ireng dan Dalem Putih,” kata Eka Merthawan.
Konsep pembangunan yang dilakukan di Badung juga tidak lepas dari konsep cerita cerita Hindu.
Seperti halnya di bagian Badung Utara menerapkan konsep epos Ramayana, sedangkan di Badung Selatan menggunakan konsep epos Mahabarata.
Beberapa patung yang telah berdiri kokoh di kawasan Badung Selatan telah menjadi ikon di kawasan tersebut.
Sebut saja Patung Satria Gatot Kaca di Tuban, Dewa Ruci di daerah Simpang Siur, dan beberapa lainnya. (*)