Eksekusi di Kampung Bugis Serangan
Ini Sejarah Orang Bugis di Serangan, Masjid dan Rumah Panggung Kuno Zaman Raja Badung
Kala itu merupakan awal mula masuknya orang Bugis ke Bali, khususnya di Pulau Serangan, Denpasar, yang sekarang dinamakan Kampung Bugis.
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Ada sejumlah syarat yang diberikan kepada warga Bugis kala itu, yakni bisa menjaga Pulau Serangan, termasuk Pura Sakenan, dan ikut mem-back up kerajaan Badung dalam perang melawan Kerajaan Mengwi.
"Akhirnya Kerajaan Badung menang, dan Kerajaan Mengwi kalah. Waktu itu ada 31 yang meninggal orang Bugis dalam tempur melawan Mengwi. Makanya hubungan antara kerajaan Badung dan orang Bugis itu sangat baik sekali," kata Haji Ahmad Sastra kepada Tribun Bali, di tempat terpisah
Keberadaan orang Bugis di Pulau Serangan, Denpasar merupakan yang tertua dan yang terbesar, serta yang paling kental adat dan budayanya.
Saat membentuk komunitas di Serangan, warga Bugis di sana--karena alasan perkawinan, dan pekerjaan--berpencar dan berdiaspora ke daerah-daerah sekitarnya seperti Tuban, Suwung, Kuta, Kepaon, Denpasar, Tanjung Benoa, dan Angantiga.
Kampung Bugis Serangan dinilai paling tua, dan paling besar dilihat dari peninggalan-peninggalan yang ada, adat istiadat, dan lain sebagainya.
"Di Kampung Bugis (Serangan) itu bahasa Bugis-nya ada, adatnya ada, dibandingkan daerah-daerah lain sudah luntur semua. Peninggalannya ada, kuburan, masjid ada, bendera, dan bangunan rumah panggung. Itu menandakan yang di Serangan adalah kelompok besar dari kelompok-kelompok yang ada. Tidak mungkin kelompok kecil. Itu menurut penelitian-penelitian yang ada," ujar Admad Sastra yang pernah menjadi Dosen Antropologi di Universitas Udayana, Denpasar selama 20 tahun itu.
Di Kampung Bugis Serangan, Denpasar, juga terdapat sebuah masjid tua yang dinamakan Masjid Asy-Syuhada.
Masjid ini adalah pemberian Raja Badung agar orang Bugis pada zaman dulu memiliki tempat beribadah.
Selain masjid, di Kampung Bugis juga masih terlihat satu rumah panggung kuno peninggalan zaman dahulu.
Rumah itulah yang sekarang menjadi Cagar Budaya di sana.
Warga menyebut banyak wisatawan yang datang untuk berfoto di depan rumah tersebut. (i wayan erwin widyaswara)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/sebuah-kuburan-tua-di-kampung-bugis_20170105_101746.jpg)