Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Waspada! Trio Peru Bobol ATM Rp 505 Juta di Bali dan Surabaya, Dibantu Warga Lokal?

Petualangan trio Peru spesialis pembobol ATM di sejumlah daerah di Indonesia berakhir setelah ketiganya ditangkap Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim)

Penulis: I Gusti Agung Bagus Angga Putra | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Petugas Polresta Denpasar menangkap tiga warga negara Peru yang terlibat aksi pembobol mesin ATM, menggunakan las. Kamis (5/1/2017) kemarin pelaku ditunjukkan ke media di Mapolresta Denpasar. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Aksi pembobolan mesin ATM di minimart Padangsambian pada November dengan cara dilas akhirnya terbongkar.

Diketahui pelakunya adalah warga negara asing asal Peru berjumlah tiga orang.

Trio Peru bukan hanya beraksi di Bali, tapi juga Surabaya, total Rp 505 juta sudah didapat kawanan ini.

Petualangan trio Peru spesialis pembobol ATM di sejumlah daerah di Indonesia berakhir setelah ketiganya ditangkap Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Denpasar di Jakarta.

Roberto Castro De La Cuba (34) bersama dua rekannya bertanggung jawab terhadap kasus pembobolan ATM BCA di Padangsambian.

Mereka beraksi di sejumlah daerah di Indonesia.

Setelah berhasil melancarkan aksinya di Padangsambian dengan membawa Rp 100 juta lebih, mereka bertolak ke Surabaya menggunakan bus dan kembali beraksi di daerah Krian, Sidoarjo.

Di Sidoarjo, dua ATM menjadi korbannya, uang Rp 400 juta raib dibawa kawanan ini.

Total sudah Rp 500 juta lebih didapat kelompok ini selama beraksi di Indonesia.

Saban beraksi, mereka menggunakan alat las gas guna membongkar mesin ATM. Ketiganya berbagi peran demi memuluskan aksinya. Roberto bersama rekannya Jose William Salazar Ortiz (37) bertugas merangsek ke dalam minimarket dan membongkar mesin ATM.

Seorang rekannya lagi, Frankho Pizarro Solano (29), mengamati situasi di luar.

“Cara kerja mereka adalah mencongkel paksa rolling door dan memecahkan pintu kaca. Kamera CCTV di atas mesin ATM dilakban,” jelas Wakapolresta Denpasar, AKBP Nyoman Artana, didampingi Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol Reinhard Habonaran Nainggolan, Kamis (5/1/2017).

Ketiga pelaku tak menyadari, di dalam toko terdapat kamera CCTV lain yang merekam gerakan mereka.

Berdasar rekaman CCTV, penyidik Satreskrim Polresta Denpasar melakukan pengejaran.

Mereka diketahui telah melarikan diri ke Surabaya menggunakan bus dari terminal Ubung Denpasar. Di Surabaya, mereka kembali melancarkan aksinya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved