Ayam Geprek Sambal Ala Bos Terasa ‘Meledak’ di Mulut, Pedasnya Bikin Ketagihan
Ke sembilan sambal itu di antaranya sambal ala bos, sambal tomat terasi segar, sambal bongkot, sambal tempe, sambal tahu, sambal terasi, sambal kecap
Ukuran porsinya pun terbilang cukup besar.
Harga yang cukup terjangkau mengingat Warung Ayam Geprek Bogasari berada di lokasi srategis dan padat penduduk.
Jika dicium dari aromanya, Ayam Geprek Sambal Ala Bos ini begitu menggugah selera.

Saat disantap, rasa menu ini benar-benar lezat dan kaya rasa.
Pedas cabainya serasa meledak saat satu sendok ayam geprek dan nasi mendarat di mulut.
Pemilik Warung Ayam Geprek Bogasari mengatakan sambal itu diracik langsung oleh istrinya.
Ayam Geprek Sambal Bongkot pun tak kalah lezat.

Sambal khas Bali ini merupakan sambal yang dibuat dengan bahan dasar batang dan bunga kecombrang atau orang Bali biasa menyebutnya dengan bongkot.
Bunga dan batang kecombrang tersebut diiris tipis-tipis, lalu ditumis bersama cabai yang diulek halus.
Saat disantap, kecombrang membuat sambal ini memiliki cita rasa yang unik dan beraroma khas.
"Sehari itu kami biasanya menghabiskan 60 potong dada atau paha ayam, dan 1,5 kilogram cabe super. Kami tidak menggunakan merica, rasa pedas sambal kami asli dari rasa cabai. Walaupun harga cabai sekarang lagi mahal, kami tetap tidak menambahkan merica," jelas Wira.
Untuk meredam rasa pedas di mulut, Warung Ayam Geprek Bogasari telah menyediakan berbagai minuman manis dan segar.
Satu di antaranya adalah mocktail yang dibuat dari sari buah dicampur dengan soda dan sedikit daun mint sebagai penghiasnya.

"Jenis mocktail di sini ada tiga, orange squash, lime squash, dan lime sugar mint. Harganya Rp 15 ribu per gelas. Rasanya segar, jadi orang-orang banyak yang mesan. Untuk meredam rasa pedas juga pas," ucap Wira.
Bagi para anak muda, Warung Ayam Geprek Bogasari juga menjadi satu tempat yang asik untuk dipakai nongkrong.