FSPMI dan AJI Dorong Jurnalis di Bali Membentuk Serikat Pekerja Media
Masih adanya perusahaan media yang belum memberikan kesejahteraan atau upah layak terhadap para jurnalisnya, membuat produk jurnalistik...
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara | Editor: Irma Yudistirani
Meski demikian, Manan menyatakan, serikat pekerja media sangat dibutuhkan.
Apalagi dari diskusi kelompok yang diikuti 25 peserta workshop itu, terungkap masih banyak persoalan perburuhan di perusahaan media.
Baik soal upah, jaminan sosial, hubungan kerja, dan lainnya, yang perlu diperjuangankan melalui serikat pekerja.
Mantan Sekjen AJI Indonesia ini menyatakan kendati kendala banyak, tetapi masih ada celah untuk pekerja media mendirikan serikat pekerja dalam bentuk lintas media.
Hal ini sudah dilakukan oleh pekerja media di Jawa Timur.
“Ini solusi karena menyatukan pekerja dari beberapa daerah di Jawa Timur dalam satu forum,” paparnya.
Selain Manan, di hari pertama juga menghadirkan Sekretaris Umum FSPMI Wayan Agus Purnomo sebagai pembicara.
Dalam paparannya, Agus menegaskan, kalangan jurnalis kerap menggerutu terkait masalah-masalah ketenagakerjaan karena tidak ada tempat mengadu.
Sayangnya kondisi tersebut tidak ditindaklanjuti dalam wadah seperti serikat media.
“Dengan serikat pekerja ada ruang untuk bernegosiasi,” kata dia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/abdul-manan_20170218_204217.jpg)