Bu Guru Jualan Gorengan Sambil Tunggu Gaji, Berharap Cair Sebelum Nyepi

Pasalnya, gajinya sebagai guru kontrak belum cair sejak Januari sampai Maret 2017.

Bu Guru Jualan Gorengan Sambil Tunggu Gaji, Berharap Cair Sebelum Nyepi
Tribun Pekanbaru
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Setiap pagi sebelum mengajar, Putri (24) seorang guru kontrak SMK di Denpasar harus menitipkan barang jualannya berupa gorengan ke warung warga.

Hal ini dilakukan untuk mencari penghasilan guna menutupi kehidupan sehari-hari.

Pasalnya, gajinya sebagai guru kontrak belum cair sejak Januari sampai Maret 2017.

 “Para guru kontrak ini juga harus diwajibkan datang ke sekolah setiap hari walaupun tidak ada jam mengajar. Setiap hari kami butuh beli bensin, makan, dan lain sebagainya. Tolonglah kami jangan hanya dituntut dengan segala aturan yang ada, tapi pertimbangkan juga hak kami,” ujar Putri kepada Tribun Bali, Kamis (16/3/2017).

Menurutnya, banyak rekannya guru kontrak di sekolah lain di Denpasar belum mendapatkan gaji.

Dari perbicangannya dengan teman-temannya yang sudah menikah, dimana keduanya bekerja sebagai guru kontrak di SMA bahkan temannya mau menjual perhiasan emasnya ketika akan melahirkan anaknya dekat-dekat ini.

“Kalau saya terpaksa saya bikin usaha kecil-kecilan untuk jualan gorengan,” ujarnya.

Kepada Pemprov Bali ia berpesan sebelum menetapkan semua guru kontrak SMA/SMK ditarik ke provinsi harus disiapkan semua segala syarat dan aturannya.

Karena selama ini selama masih digaji melalui komite sekolah tidak pernah ada keterlambatan.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Pemprov Bali, IB Ardha mengatakan, saat ini belum menerima usul pembayaran tenaga guru kontrak dari Dinas Pendidikan. Sampai saat ini Surat Keputusan (SK) penggajian guru kontrak sedang diproses di dinas pendidikan.

Halaman
123
Penulis: A.A. Gde Putu Wahyura
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved