Breaking News:

Rekening Efek di Bali Capai 8.796 Investor, Didominasi dari Denpasar

Sementara Buleleng sebanyak 528, Tabanan 549 SRE, Jembrana 234 SRE, Karangasem 226 SRE, Klungkung 216 SRE, dan Bangli 103 SRE.

Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Karyawan Bursa Efek Indonesia (BEI) Bali sedang mengecek indeks harga saham di kantornya di Jalan Sudirman, Denpasar, Selasa (5/5/2015) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Hingga Februari 2017, jumlah rekening efek di Bali berdasarkan sub rekening efek (SRE) mencapai 10.465 rekening efek.

Angka ini naik signifikan dibandingkan 2016 sebanyak 10.158 SRE. Bahkan tumbuh jauh dibandingkan 2012 silam dengan angka hanya 4.370 SRE.

Head of Capital Market Information Centre-Denpasar Marketing Division, I Gusti Agung Alit Nityaryana, menjelaskan berdasarkan kota di Bali, Denpasar menduduki jumlah SRE tertinggi mencapai 6.336 SRE.

Kemudian disusul Badung dengan 1.668 SRE, dan Gianyar dengan 605 SRE.

Sementara Buleleng sebanyak 528, Tabanan 549 SRE, Jembrana 234 SRE, Karangasem 226 SRE, Klungkung 216 SRE, dan Bangli 103 SRE.

Lanjutnya, BEI Kantor Perwakilan Denpasar juga mencatat jumlah investor di Bali berdasarkan single investor identification (SID) juga meningkat.

Hingga bulan kedua tahun 2017, jumlah rekening efek di Bali sesuai SID sebanyak 8.796 investor.

Angka ini meningkat dibandingkan jumlah investor pada tahun 2016 sebanyak 8.499, dan tumbuh jauh dibandingkan tahun 2012 yang hanya 3.747 investor. 

Sama dengan jumlah SRE, dominasi untuk rekening efek berdasarkan SID tertinggi berada di Denpasar mencapai 5.165 orang. Disusul Badung 1.429 orang, naik dari 2016 sebanyak 1.369 orang.

Sedangkan Gianyar 536 orang naik dari 519 orang, Tabanan 499 orang naik dari 477 orang,  Buleleng 481 orang naik dari 467 orang, dan Jembrana dari 193 orang pada 2016 naik menjadi 208 orang.

Halaman
12
Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved