Terkuak, Pemuda Ini Ngaku Sempat Making Love Bareng Gadis 17 Tahun Sebelum Digilir di Buleleng!
Pihak kepolisian sektor Gerokgak mengalami hambatan, lantaran ke tiga pria terduga pelaku, hingga saat ini ogah mengakui aksi bejat tersebut
Laporan Wartawan Tribun Bali, Ratu Ayu
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Kasus pemerkosaan yang menimpa seorang gadis berinisial TM (17) hingga saat ini belum menemui titik terang.
Pihak kepolisian sektor Gerokgak mengalami hambatan, lantaran ke tiga pria terduga pelaku, hingga saat ini ogah mengakui aksi bejat tersebut.
Begitu pula dengan hasil visum yang dijalani oleh korban di RSUD Buleleng belum kunjung didapatkan hasilnya.
Baca: Sebelum Digilir 3 Pria di Buleleng Bali, Gadis 17 Tahun Dikabarkan Sempat Didatangi Sosok Ini!
Baca: Gadis 17 Tahun Digilir Tiga Pria di Buleleng, Selama Diperkosa Kaki dan Tangannya Dibuat Begini!
Hingga saat ini Kapolsek Gerokgak, Kompol Gusti Alit Putra mengaku belum menerima hasil pemeriksaan, dengan alasan tidak dikabari secara langsung oleh pihak RSUD Buleleng.
"Pihak rumah sakit janji akan menghubungi kami. Tapi ditunggu sampai jam 13.00, tidak ada berita. Setelah kami hubungi pihak RS dibilang sudah tutup kantor," katanya saat dihubungi melalui saluran telepon seluler, Jumat (7/8/2017).
Kepada polisi, salah satu terduga pelaku mengaku menyetubuhi korban atas dasar suka sama suka.
Sebab, pelaku mengaku pernah berhubungan intim dengan korban tepat di hari raya Galungan lalu.
"Pengakuan salah satu terlapor seperti itu," ujarnya.
Meski belum mengakui perbuatannya, terduga pelaku hingga saat ini masih diamankan di Makopolsek Gerokgak.
"Mohon maaf karena sampai saat ini diduga pelaku pemerkosaan tidak mengakui perbuatannya, dan kami masih melakukan upaya-upaya lidik," ungkap Kompol Putra.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, aksi pemerkosaan sempat menggegerkan warga Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, pada Kamis (6/4/2017).
Korban yang diketahui berinisial TM mengaku telah diperkosa oleh tiga pria di Toko Sarifa, tempat korban bekerja, pada Kamis (6/4/2017) pukul 14.00 Wita.
Korban mengaku diperkosa saat suasana toko di siang itu sedang sepi.
Menurut keterangan TM, ketiga pria terduga pelaku melakukan aksi bejat itu dengan cara berpura-pura membeli kopi di tempat korban bekerja.
Menerima pesanan pelaku, TM pun menuju ke dapur untuk mencuci gelas yang selanjutnya akan diisi dengan minuman kopi, pesanan para terduga pelaku.
Dikatakannya pada polisi, saat dirinya ke dapur, ketiga terduga pelaku membuntutinya lalu melampiaskan nafsu bejatnya.
Mereka mendatangi korban, dan membawanya masuk ke dalam kamar mandi yang terletak tepat di belakang toko.
Mulut korban dibekap, celananya dibuka paksa hingga robek.
Karena korban berontak, kaki dan tangannya kemudian dipegang dengan erat oleh para pelaku.
Dalam hitungan detik, kesucian wanita malang itu terenggut.
Mereka memperkosa MD secara bergiliran.
Setelah puas, mereka kemudian meninggalkan korban seorang diri dalam keadaan lemas dan pingsan. Peristiwa ini sontak dilaporkan oleh korban bersama dengan orang tuanya, ke Makopolsek Gerokgak.
Berangkat dari laporan itulah, pihak kepolisian dengan sigap menahan tiga orang terduga pelaku.
Dua terduga pelaku telah diamankan di Polsek Gerokgak.
Sementara satu terduga pelaku diamankan di Pos Polisi Desa Pejarakan (Goris).
Korban yang kala itu mengalami trauma, sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas Desa Pejarakan (Goris).(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-cewek-kafe-tertangkap_20170222_114401.jpg)