Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Tip Sehat untuk Anda

Pernahkah Anda Tidak Menemukan Kunci Padahal Ada di Depan Mata? Ini Dia Pikiran Bawah Sadar

Menurut penelitian, pengaruh pikiran sadar terhadap hidup manusia hanya 12 persen, sedangkan pikiran bawah sadar 88 persen.

Tayang:
Penulis: Sunarko | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Istimewa
Agus Wirajaya 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pernahkah anda mengendarai mobil atau sepeda motor dan tanpa disadari telah tiba sampai tujuan?

Atau pernahkah anda bingung mencari-cari kunci dan tidak menemukannya, padahal kunci itu ada di depan mata?

Baca: Sempat Dikira Black Magic, Hipnoterapi Klinis Bisa Atasi Masalah Kemandulan Jenis Ini!

Itu semua terjadi karena anda dalam kondisi trance atau berada di pikiran bawah sadar (dengan level kedalaman tertentu).

Menurut penelitian, pengaruh pikiran sadar terhadap hidup manusia hanya 12 persen, sedangkan pikiran bawah sadar 88 persen.

Dengan kata lain, pengaruh kekuatan pikiran sadar dan bawah sadar dalam menentukan perilaku, pola pikir, sikap, kebiasaan dan hidup kita adalah 1:9 (1 berbanding 9).

Bahkan, sejumlah ahli pikiran menyebut perbandingan antara pikiran sadar dan bawah sadar adalah 1-5% : 95-99%, yang berarti pikiran bawah sadar berlipat kali lebih kuat dari pikiran sadar dalam mempengaruhi hidup kita. 

Saat kita dilahirkan, kita hanya mempunyai satu pikiran, yaitu pikiran bawah sadar.

Kita belum punya pikiran sadar. Pikiran sadar baru terbentuk saat usia 3 tahun, dan akan semakin berkembang serta bekerja optimal sekitar usia 13 tahun.

Nah, bagaimana “menembus” pikiran sadar untuk memasuki pikiran bawah sadar, itulah yang menjadi ranah hipnosis.

Ditekankan Adi W. Gunawan, istilahnya adalah hipnosis, bukan hipnotis.

“Hipnotis adalah sebutan bagi orang yang melakukan atau mempraktikkan hipnosis,” kata Adi, ahli terkemuka dalam teknologi pikiran (mind technology) di Indonesia.

Disebut hipnoterapi apabila hipnosis itu dimaksudkan untuk terapi atau penyembuhan.

Untuk bisa melakukan penembusan ke pikiran bawah sadar dibutuhkan upaya yang disebut induksi, yang ada beberapa jenis metode atau tekniknya.

Dalam kondisi klien berada dalam pikiran bawah sadarnya, melalui teknik-teknik tertentu untuk penggalian atau “berdialog” dengan “rekaman memori” klien, seorang hipnoterapis diharapkan bisa menemukan akar masalah yang diderita klien.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved