Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Dibalik Penunjukan Putra Mahkota Arab Saudi Yang Sarat Pertanyaan

Kemungkinan dementia (gangguan ingatan) dan ambisi kekuasaan melatar belakangi tindakan Raja Salman.

Editor: Eviera Paramita Sandi
(NICHOLAS KAMM / AFP)
Presiden AS Donald Trump dan Wakil Putra Mahkota Arab Saudi yang juga menjabat sebagai Menteri Pertahanan Mohammed bin Salman berbicara kepada media di Oval Office, Gedung Putih, Washington DC, Selasa (14/3/2017). 

Mohammed bin Nayef adalah anak dari Nayef bin Abdul Aziz, saudara Salman bin Abdul Aziz.

6. Mendekat ke Amerika Serikat

Dengan semakin berkuasanya anak-anak Raja Salman yang berpendidikan Barat, diperkirakan hubungan Saudi dengan AS akan lebih erat lagi, kata pengamat Dina Y Sulaeman.

"Ketika zaman Obama itu kan memang antara Saudi dengan AS sedikit merenggang, karena Saudi tidak menyetujui Amerika menandatangani perjanjian nuklir dengan Iran. Setelah kunjungan Pangeran Mohammed bin Salman ke Gedung Putih, bulan Maret yah, itu kan salah satu pernyataannya adalah bahwa sekarang adalah turning point."

Perubahan hubungan Saudi dengan Yaman dan Qatar, yang kemudian menimbulkan masalah, diduga sudah dikonsultasikan dengan AS.

Negara itu juga baru saja menjual senjata dalam jumlah dan nilai yang besar ke Saudi.

7. Kudeta?

Sejumlah pihak memandang keputusan Raja Salman pada Rabu (21/6/2017) untuk mengangkat anak-anaknya pada posisi penting dipandang justru akan berisiko bagi keberlangsungan kekuasaannya.

Smith Al Hadar mengatakan, " Raja Salman ini tidak cukup bijaksana. Dia tidak cukup peka melihat kenyataan di sekeliling bahwa ketidakpuasan jelas sekali di kalangan keturunan Al Saud ini. Akan ada kasak-kusuk di kalangan istana itu, yang bisa pecah menjadi sebuah kudeta, atau setidaknya dalam waktu pasca Raja Salman itu akan menjadi persoalan besar."

Tetapi Dina Y Sulaeman memandang penolakan tidaklah besar karena Mohammed bin Nayef sendiripun sudah menyatakan dukungan terhadap Mohammed bin Salman.

"Kalau saya perkirakan tidak yah (penolakan) karena kekuatan terbesar sekarang ada di tangan Mohammed bin Salman terutama di militer karena dia menjabat sebagai menteri pertahanan. Sementara jabatan-jabatan Mohammed bin Nayef sudah langsung dilucuti dan diapun sekarang secara resmi sudah menyatakan kesetiaan kepada Raja Salman." (*) 

Info ter-UPDATE tentang BALI, dapat Anda pantau melalui:
Like fanpage >>> https://www.facebook.com/tribunbali
Follow >>> https://twitter.com/Tribun_Bali
Follow >>> https://www.instagram.com/tribunbali
Subscribe >>> https://www.youtube.com/Tribun Bali

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved