Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Istilah Upload dan Download Lebih Populer, Remaja Lebih Pede Pakai Istilah Asing Dibanding Indonesia

Penggunaan Bahasa Indonesia dalam percakapan sehari-hari mulai ditinggalkan. Bahkan istilah download hingga upload sulit dicarikan padanan katanya da

Penulis: A.A. Gde Putu Wahyura | Editor: imam rosidin
Tribun Bali/A.A Gde Putu Wahyura
DEKLARASI BAHASA -Ratusan pelajar mendengar puisi dalam Deklarasi Gerakan Pengutamaan Bahasa Negara di ruang publik, di halaman timur Monumen Bajra Sandhi, Denpasar, Rabu (12/7). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Penggunaan Bahasa Indonesia dalam percakapan sehari-hari mulai ditinggalkan.

Bahkan istilah download hingga upload sulit dicarikan padanan katanya dalam bahasa Indonesia.

Kedua istilah itu lebih populer dibanding arti dalam versi bahasa Indonesia.

Hal ini kemarin mengemuka saat deklarasi gerakan pengutamaan bahasa negara di ruang publik, yang bertempat di halaman Timur Monumen Bajra Sandhi, Denpasar, Bali, Rabu (12/7/2017).

Lantunan puisi berbahasa Indonesia menggema di Lapangan Timur Monuman Bajra Sandhi, Renon, Denpasar.

Para pelajar Bali yang sebagian besar dari Denpasar keamrin satu persatu mengisi acara dengan membawakan pantun Bahasa Indonesia, puisi bahasa Indonesia, dan lagu Indonesia.

Mereka tampak semangat menggelorakan semangat bahwa Bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan.

Namun menariknya ketika masuk sesi kuis padanan kata, beberapa kata-kata sehari-hari sulit dijawab hingga hanya beberapa orang saja yang mengacungkan tangan.

Misalnya padanan kata dari download, upload, gadget, dan microfon. Istilah-istilah ini lebih populer dibanding dengan istilah dalam bahasa Indonesia.

“Download itu bahasa Indonesia-nya unduh, upload itu unggah, gadget itu perkakas, dan microfon itu pelantang suara,” ujar pembawa acara yang juga menanyakan padanan kata dari kalimat tersebut di halaman Timur Monumen Bajra Sandhi, Denpasar, Rabu (12/7).

Seorang mahasiswa Sri Jenani Swari (21) mengatakan penggunakan bahasa Indonesia di tempat umum mulai sedikit, dicontohkannya di SPBU itu tanda masuk diganti in dan keluar diganti out.

Selain itu banyak remaja dalam percakapan menggunakan bahasa Inggris.

“Keseharian pakai bahasa Inggris misalnya men-download, by the way biar kelihatan keren. Remaja Indonesia kan gengsi kalau memakai kata unduh. Seperti tadi microfon saja saya baru tahu bahasa Indonesia-nya pelantang suara,” jelasnya.

Hal senada dikatakan paguyuban Duta Bahasa 2015, Dayu Laksmi (23). Menurutnya, anak-anak sekarang lebih percaya diri (pede) menggunakan bahasa asing di media sosial maupun ruang publik, sepantasnya remaja Indonesia jangan pernah boleh menggunakan bahasa infonesia.

Kepala Balai Bahasa Bali, I Wayan Tama mengatakan, kegiatan pengutamaan bahasa negara di ruang publik ini sebagai gerakan untuk peka menggunakan bahasa Indonesia.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved