Bali Paradise
Pesona Subak Sembung Peguyangan, Ekowisata Berkonsep Tri Hita Karana
Seakan mengajak melupakan hiruk-pikuk kota, meski hanya sekejap. Inilah pesona Ekowisata Subak Sembung Peguyangan.
Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Putu Diah Paramitha Ganeshwari
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Denpasar bukan sekadar kota pemukiman, perkantoran, maupun mall.
Kawasan hijau juga menjadi wajah lain ibukota Provinsi Bali ini. Berjarak beberapa kilometer dari titik nol, menuju ke arah utara, hamparan sawah seluas 115 hektar memanjakan warganya.
Seakan mengajak melupakan hiruk-pikuk kota, meski hanya sekejap. Inilah pesona Ekowisata Subak Sembung Peguyangan.
Selasa (18/7/2017) siang, tak banyak warga yang berkunjung ke tempat ini.
Hanya ada petani setempat yang sibuk dengan urusan sawahnya.
Kebetulan saat ini mendekati musim tanam padi. Beberapa petani sibuk nandur, sementara yang lain membajak sawah dengan traktor.
Kawanan burung kuntul terlihat menyertai petani yang sedang membajak. Suara mesin traktor tak mereka hiraukan. Ketika petani berjalan ke arah mereka pun, kawanan kuntul itu hanya menghindar sedikit.
Namun ketika seorang pengunjung datang mendekat untuk memotret, kawanan tersebut langsung bubar. Mereka terbang berputar sebentar, lalu kembali lagi ke tempat petani yang sama.
Serangga pun tak mau ketinggalan berpesta di lahan Subak Sembung Peguyangan. Capung dan kupu-kupu terbang dengan sekali-sekali hinggap di daun padi.
Seekor belalang melintas di atas jogging track. Di antara lumpur dan tumbuhan sawah, kakul dan lindung bersembunyi.
Ya, berada di Ekowisata Subak Sembung ini barangkali bukan hanya menjadi sarana rekreasi, namun juga sarana mendekatkan diri dengan alam.
“Pembangunan Ekowisata Subak Sembung merupakan usaha yang dilakukan Desa Pekraman Peguyangan, Denpasar Utara untuk melestarikan keberadaan sawah. Dalam pengelolaannya kami berbasis pada ajaran leluhur Tri Hita Karana, sehingga kami memperlakukan sawah secara organik,” ungkap Made Suastika, Ketua Pengelola Ekowisata Subak Sembung.
Ia menjelaskan pembangunan Subak Sembung menjadi ekowisata sudah dimulai sejak 2013, namun baru dibuka pertengahan 2014.
Sebagai destinasi ekowisata, maka ada banyak aktivitas yang bisa dilakukan di tempat ini. Pada pagi dan sore hari, tempat ini sangat favorit sebagai lokasi jogging dan olah raga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/subak_20170725_151439.jpg)