Patung Karya Perajin Desa Kapal Sepi Pembeli, Ini Penyebabnya
I Gusti Ngurah Agung Mega Rudana (32) tampak mengecat patung Nyai Roro Kidul berukuran mini ketika ditemui Tribun Bali, di tokonya Jalan Raya Kapal
“Kalau dibandingkan dengan tahun lalu, saat ini memang agak sepi pembelinya,” ujar Supadmi.
Supadmi juga mengakui persaingan semakin banyak. Selain itu, dirinya mengaku masih kewalahan karena proses pembuatan patungnya masih dikerjakan secara manual.
Sementara banyak orang sudah menggarap patung dengan cetakan. Secara kuantitas, patung yang dibuat dengan cetakan bisa lebih banyak.
Dalam satu hari, membuat patung dengan cetakan bisa menghasilkan 5 patung.
Sedangkan, secara manual satu patung bisa menghabiskan waktu hingga satu minggu.
Meskipun mengalami penurunan jumlah pembeli dan persaingan yang ketat, Supadmi mengaku masih bersyukur karena masih bisa hidup untuk makan sehari-hari.
“Harapan kami sebagai usaha kecil supaya bisa meningkat lagi penjualannya.
Kendalanya hanya itu, kalah di pembuatan karena masih ngukir manual. Kalau punya uang banyak bisa beli cetakan,” kata Supadmi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/patung_20170803_113335.jpg)