Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Rumah Kaling Banjar Celuk Hangus Terbakar, Arsip Desa hingga Surat Tanah Ikut Ludes

Saat dia kembali ke rumah, semua barang berharga ludes dilalap api, termasuk arsip desa dan surat tanah seperti surat pajak bumi bangunan (PBB)

Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Rumah di Jalan Tukad Irawadi Gang 23 No.15 Panjer, Denpasar ludes terbakar, Jumat (4/8/2017) pagi 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Fauzan Al Jundi

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Gusti Ngurah Sudana (46) saat itu sedang mengantar orangtuanya berobat pada Jumat (4/8/2017) pukul 08.00 Wita.

Setengah jam dia mendapat telepon rumahnya terbakar.

Saat dia kembali ke rumah, semua barang berharga ludes dilalap api, termasuk arsip desa dan surat tanah seperti surat pajak bumi bangunan (PBB) terbakar.

Rumah Sudana yang berada di Jalan Tukad Irawadi Gang XXIII No 15, Celuk, Panjer, Denpasar Selatan, Bali ini terbakar hebat pukul 08.30 Wita.

Dari penuturan saksi, api melahap rumah Sudana yang juga merupakan seorang Kepala Lingkungan Banjar Celuk ini sangat cepat. 

"Saya keluar pukul 08.15 kejadiannya sekitar jam sembilan, saya sampai di daerah (jalan) Diponogoro langsung ditelepon tetangga kalau di rumah ada kebarakan, langsung saya pulang," kata Sudana kepada Tribun Bali, Jumat (4/8/2017).

Saat kembali, api sudah membesar.

"Warga yang lain sudah membantu namun karena apinya sudah besar tidak ada yang bisa diselamatkan, arsip PKK, arsip Kepala Lingkungan, surat PBB," jelasnya. 

Tetangga korban bernama Yogi (13) yang saat itu sedang bermain HP di kamarnya mendengar teriakan minta tolong ada kebakaran.

Mendengar hal tersebut, Yogi langsung keluar, ia melihat api dari atap dapur rumah.

Mengetahui pemilik rumah tidak ada di rumahnya, ia memberitahu orang sekitar menelepon Sudana memberitahu kejadian tersebut. 

Bangunan rumah dengan ukuran 8x20 meter, lima kamar tidur, dua kamar, tiga kamar mandi terbakar habis, termasuk dokumen penting.

Menurut Sudana, penyebab kebakaran karena konsleting listrik di ruang tamunya.

"Karena di sini ada cuk TV dan ada banyak buku-buku cepat memicu api," imbuhnya. 

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved