Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Nasib Nahas Ni Ketut Yarni, Tewas Mengenaskan Usai Rias Pengantin di Negara

Yarni diduga mengantuk, hilang kendali kemudian menabrak pohon tersebut.

Penulis: I Gede Jaka Santhosa | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Istimewa
Ni Ketut Yasni menabrak pohon perindang di Jalan Udayana Kelurahan Banjar Tengah, Kecamatan Negara, Selasa (12/9/2017). 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Ni Ketut Yarni (53), menabrak pohon perindang di sisi jalan Udayana Kelurahan Banjar Tengah, Kecamatan Negara, Bali, Selasa (12/9/2017).

Warga Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, tersebut pun tewas di tempat.

Yarni diduga mengantuk, hilang kendali kemudian menabrak pohon tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Rabu (13/9/2017), peristiwa tersebut terjadi di depan sebelah utara Pasar Pagi Banjar Tengah sekitar pukul 10.15 Wita.

Korban yang kesehariannya bekerja sebagai tenaga kebersihan di Dinas Lingkungan Hidup (LH) Pemkab Jembrana ini datang dari arah timur menuju barat mengendarai sepeda motor Yamaha Mio DK 3604 ZI.

Saat itu, ia membonceng iparnya, Ni Luh Santiani (44), warga dari Desa Baluk, Kecamatan Negara.

Ia kemudian kehilangan keseimbangan.

Motornya oleng ke kiri hingga menabrak pohon perindang di selatan.

Korban bersama iparnya terkapar di pinggir jalan hingga akhirnya dilarikan ke RSUD Negara.

Namun nyawa Yarni tak tertolong lagi akibat mengalami patah tulang pada bagian leher.

Perbekel Kaliakah, I Made Bagiartha mengatakan, Yarni kecelakaan dalam perjalanan pulang ke rumahnya usai merias pengantin di Desa Pangyangan, Kecamatan Pekutatan.

Semasa hidupnya, korban dikenal sebagai pribadi yang ulet bekerja dan rajin bersosialisasi di desa.

"Saat kecelakaan korban ini datang dari Pekutatan usai merias pengantin. Korban juga dikenal warga kami sebagai pribadi yang baik dan rajin di Banjar," tandas Bagiarta.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Jembrana, AKP I Nyoman Sukadana menduga, Yarni kecelakan diduga karena hilang kendali saat berkendara.

Akibat kecelakaan tersebut, korban meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Negara.

Sedangkan, iparnya hanya mengalami luka ringan dan tak perlu menjalani rawat inap.

Ia mengimbau kepada warga agar tetap waspada dan berhati-hati saat berkendara karena kecelakaan bisa terjadi dimana saja.

"Korban diduga mengantuk terus menabrak pohon perindang yang berada di sisi selatan Jalan Nasional Denpasar-Gilimanuk," tandas Sukadana. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved