Berita Bali
Bali Jadi Titik Temu Dialog AI, UMKM, dan Kepemimpinan Generasi Masa Depan
Bangun ekosistem AI yang Bertanggung Jawab dan Inklusif, Tsinghua Southeast Asia Center (TSEA) menyelenggarakan forum publik
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Bangun ekosistem AI yang Bertanggung Jawab dan Inklusif, Tsinghua Southeast Asia Center (TSEA) menyelenggarakan forum publik "The Power of AI: Transforming Sustainable Enterprise and Entrepreneurship" serta perayaan kelulusan Happy Digital X (HDX) Cohort 3.0.HDX di BTID KEK Kura-kura, Rabu 22 April 2026.
Acara ini merupakan program pendidikan eksekutif selama 12 minggu yang diselenggarakan oleh TSEA, Tsinghua Shenzhen International Graduate School, dan Tsinghua University, dengan fokus pada transformasi digital, kepemimpinan, dan keberlanjutan.
Kegiatan ini dihadiri Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM, M. Riza A. Damanik, dan sejumlah tokoh penting lainnya. Dalam sambutannya, Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid menegaskan urgensi regulasi AI yang bertanggung jawab.
Baca juga: Pansus TRAP DPRD Bali Ungkap Lahan Pengganti di Jembrana, Status dan Dokumen Dinyatakan Sah
“Kebutuhan akan regulasi AI yang kuat dan bertanggung jawab bukan lagi pilihan, melainkan sebuah kebutuhan mendesak yang tidak terelakkan," jelasnya pada, Rabu 22 April 2026.
Meutya menegaskan bahwa Indonesia tengah merampungkan peta jalan AI nasional dan kerangka kerja etika melalui kolaborasi dengan pemangku kepentingan lintas sektor. Ia juga mengapresiasi inisiatif pendidikan seperti program HDX dalam mencetak pemimpin masa depan yang siap merancang solusi teknologi yang memprioritaskan masyarakat.
Sementara itu, Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM, M. Riza A. Damanik, menambahkan bahwa masa depan ekonomi Indonesia bergantung pada bagaimana UMKM mengadopsi teknologi.
“Masa depan bukan milik mereka yang sekadar memahami teknologi, melainkan milik mereka yang menerapkannya dengan disiplin, kreativitas, dan tujuan,” tegas Riza.
Baca juga: BREAKING NEWS: Pelajar Tewas Usai Dihantam Mobil Tak Dikenal Di Jembrana Bali, Penabrak Kabur
Forum ini berkesempatan menghadirkan para pemimpin teknologi dan start-up global. Pemimpin teknologi global tersebut berbagi wawasan mengenai masa depan kewirausahaan berbasis AI, serta pentingnya menjembatani kesenjangan antara kemampuan teknologi dan kesiapan masyarakat.
Salah satunya Donald Tirtaatmadja, Head of Technology AWS Indonesia yangmenegaskan “Kami berkomitmen untuk mendukung Bali sebagai destinasi utama bagi konferensi tingkat CXO di bidang AI, pengembangan Coders Village di Kura Kura Bali, serta diskusi mengenai tata kelola AI (AI governance roundtables). Para panelis lainnya, Amit Gupta (Mantan Ketua TiE Global dan Group CEO & Founder
Ecosystm Group) serta Dr. Peter D. Finn (Co-Founder Synectify) juga menyepakati bahwa Bali berada pada posisi yang tepat untuk Gerakan Non-Blok Digital (Digital Non-Aligned Movement) dalam mempromosikan kewirausahaan AI perorangan serta UMKM yang berdampak luas dan inklusif berbasis Tri Hita Karana untuk pembangunan yang berkelanjutan.
Selain itu, Amit Gupta juga menekankan perlunya pengembangan AI yang inklusif, demokratis, dan berkelanjutan yang berbasis di Bali.
"Bali memiliki posisi yang unik untuk memimpin Gerakan Non-Blok AI—memastikan AI memberikan manfaat bagi semua orang, serta mempromosikan kewirausahaan berbasis Tri Hita Karana untuk pembangunan yang berkelanjutan," jelas Amit.
Rangkaian acara ditutup dengan wisuda HDX Cohort 3.0. Melalui kolaborasi dengan Tsinghua University dan MIT, para lulusan membuktikan dampak nyata inovasi AI dalam menjawab permasalahan industri saat ini.
Teknologi Bukan Hanya Bicara Inovasi Tapi Juga Soal Karakter Kepemimpinan
Melengkapi diskusi masa depan teknologi, di hari yang sama Yayasan United In Diversity (UID) menyelenggarakan lokakarya kepemimpinan bertajuk "Memimpin dengan HATI" di 3 Mountains, KEK Kura Kura Bali.Kegiatan ini berfokus pada pembentukan karakter pemimpin masa depan melalui kolaborasi dengan organisasi internasional Scholas Occurrentes. Lokakarya ini diikuti oleh 45 siswa pemimpin (pengurus OSIS dan MPK) dari tujuh SMA di Denpasar, Badung dan Gianyar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Tsinghua-Southeast-Asia-Center-TSEA-menyelenggarakan-forum-publik-566.jpg)