Berita Bali
Bali Jadi Titik Temu Dialog AI, UMKM, dan Kepemimpinan Generasi Masa Depan
Bangun ekosistem AI yang Bertanggung Jawab dan Inklusif, Tsinghua Southeast Asia Center (TSEA) menyelenggarakan forum publik
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Di tengah tantangan meningkatnya angka perundungan di lingkungan pendidikan, UID dan Scholas Occurrentes menghadirkan pendekatan yang esensial: menggabungkan
Theory U dari Otto Scharmer dengan keteladanan kepemimpinan Paus Fransiskus untuk membangun kepemimpinan yang berempati.
“Peran siswa pemimpin sangat krusial untuk menciptakan lingkungan sekolah yang inklusif. Untuk menjadi pemimpin yang berkesadaran di era teknologi ini, kita harus mampu menyelaraskan kepala, hati, dan tangan,” ujar Shobi Lawalata, Direktur UID Bali.
Campus sekaligus fasilitator kegiatan.
Dalam sesi tersebut, para siswa tidak hanya belajar kepemimpinan secara teoretis, tetapi juga merefleksikan nilai-nilai kemanusiaan melalui cuplikan film dokumenter Aldeas: A New Story, sebuah proyek kolaborasi dengan sutradara Martin Scorsese yang menyoroti kekuatan komunitas.
Salah satu peserta lokakarya yang hadir Ketut Arya Pradana dari SMA Negeri 1 Kuta Selatan menyampaikan kegiatan yang diusung oleh UID tersebut sangat relevan dengan perannya di sekolah.
"Tentunya insight yang saya dapat dari acara ini sangat banyak, salah satunya seperti sifat kepemimpinan yang baik dalam organisasi di sekolah," ujar Arya.
Lokakarya ini ditutup dengan prosesi doa oleh Jero Mangku yang memberikan berkat air suci kepada para siswa. Hal ini diharapkan menjadi bekal spiritual bagi para siswa untuk melangkah ke depan, dengan membawa semangat kepemimpinan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga penuh empati. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Tsinghua-Southeast-Asia-Center-TSEA-menyelenggarakan-forum-publik-566.jpg)