Penutupan 22 Kafe Remang di Delodberawah, Banyak Berdiri di Pelaba Pura
Saat ini, Satpol PP Kabupaten Jembrana sedang melakukan pendataan jumlah kafe remang yang beroperasi di Delodberawah.
Penulis: I Gede Jaka Santhosa | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Rencana penutupan kawasan kafe remang-remang di Desa Delodberawah, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali tetap dilanjutkan kendati sebelumnya sempat menuai pro dan kontra.
Saat ini, Satpol PP Kabupaten Jembrana sedang melakukan pendataan jumlah kafe remang yang beroperasi di Delodberawah.
"Kami masih pendataan dulu setelah itu baru pendekatan untuk penutupan. Intinya proses penutupan ini diupayakan persuasif terlebih dahulu," ungkap Kasatpol PP Kabupaten Jembrana, I Gusti Ngurah Rai Budhi, Rabu (13/9/2017).
Berdasarkan pendataan pihaknya, tercatat ada 22 kafe remang-remang yang beroperasi di kawasan pesisir pantai Desa Delodberawah.
Namun, saat ini yang masih aktif beroperasi dengan jam buka malam hari berjumlah 19 kafe dengan tiga kafe di antaranya sudah tutup karena bermasalah.
Sebagian besar kafe remang tersebut berdiri di sebelah barat patung Putri Duyung.
Perbekel Delodberawah, I Made Rentana mengatakan, sebagian kafe remang ini berdiri di lahan pribadi dan sisanya berdiri di lahan Pelaba Pura Dang Kahyangan Perancak dengan sistem kontrak.
Saat ini pihaknya masih menunggu keputusan dari pemerintah terkait tindaklanjut penutupan kafe-kafe tersebut.
Ia berharap para pemilik kafe mau mengikuti aturan untuk sama-sama menata kawasan yang menjadi rencananya dijadikan tujuan wisata.
"Tak masalah ada kafe, tapi jangan sampai menimbulkan kesan esek-esek. Tapi yang paling penting adalah memiliki izin resmi dan sesuai," tandas Rentana.
Pemerintah Kabupaten Jembrana juga berencana akan mengganti patung Putri Duyung yang selama ini menjadi ikon kawasan kafe remang.
Patung tersebut akan diganti dengan patung Dewa Baruna.
Bupati Jembrana, I Putu Artha mengatakan, pihaknya sejatinya telah membangun sejumlah fasilitas pendukung pariwisata di pesisir pantai Desa Delodberawah tersebut.
Selain menyediakan sebuah toilet umum, dan sirkuit makepung, Pemkab juga membangun wantilan yang ditujukan untuk tempat kuliner.
Namun kawasan wisata ini belakangan terkesan lesu akibat kesan negatif yang ditimbulkan oleh keberadaan kafe remang sehingga masyarakat enggan untuk berekreasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/sebuah-patung-putri-duyung-yang-berada-di-pesisir-pantai-desa-delodberawah_20170912_205844.jpg)