Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

RIP, Veteran Gusti Ngurah Raka Asal Puri Carangsari Wafat di Usia 92 Tahun

Dulu dia juga terkenal dengan nama samaran Werkudoro atau nama lain dari Pandawa yakni Bima.

Tayang:
Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Sejumlah kerabat I Gusti Ngurah Raka saat menuturkan kisah perjuangan almarhum di Puri Carangsari, Petang, Badung, Senin (18/9/2017). Inzet: I Gusti Ngurah Raka semasa hidup 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Pejuang di era kemerdekaan Republik Indonesia itu tutup usia 92 tahun.

Dulu dia juga terkenal dengan nama samaran Werkudoro atau nama lain dari Pandawa yakni Bima.

Mantan Ketua  Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kecamatan Petang, I Gusti Ngurah Raka, tutup usia pada Sabtu (16/9/2017) sekitar pukul 22.20 Wita di Puri Carangsari, Petang, Badung, Bali.

Ketika dikunjungi Tribun Bali di Puri Carangsari, Petang, Senin (18/9/2017), sejumlah kerabat dan keluarganya seperti anak dan cucu dari almarhum pun nampak berkumpul di Puri Carangsari dengan berpakaian serba hitam yang menandakan sedang berduka.

Namun, suasana di Puri belum tampak ada kesibukan mengingat prosesi upacara masih sangat lama.

AA Ngurah Wira Negara, putra pertama dari almarhum, mengatakan, beliau seorang veteran yang bersama mengikuti gerilya kemerdekaan salah satu Pahlawan Nasional, I Gusti Ngurah Rai.

Dalam gerilya tersebut, rasa suka maupun duka sangat banyak dirasakan beliau.

Pada saat mereka akan memperjuangkan NKRI benar-benar sangat menyedihkan bagi beliau.

Saat melakukan gerilya atau menjelang kemerdekaan pernah disandera atau ditahan pada saat itu merupakan masa penjajahan Jepang di daerah Pekambingan, Denpasar.

Pada masa tahanan, siksaan demi siksaan pun diterimanya.

Untungnya tak berselang lama, dengan bantuan rakyat beliau berhasil diselamatkan karena disembunyikan di balik tumpukan gabah atau padi yang belum digiling.

“Mungkin pada saat itu beliau ditangkap, bisa saja disebut dengan Pahlawan untungnya bisa diselamatkan oleh warga di daerah tersebut,” ujar AA Wira Negara didampingi AA Ngurah Suarka, AA Ngurah Widya Putra, serta sejumlah kerabat dan cucu almarhum, kemarin.

AA Ngurah Widya Putra mengisahkan, pejuang kelahiran 1925 tersebut selama masa hidupnya dikenal dengan sosok yang sangat tegas, sehingga tentunya menyisakan kenangan mendalam bagi seluruh kerabat dan keluarga.

“Beliau sangat tegas kepada kami sebagai keluarga dan masyarakat, sehingga tidak ada yang berani sama beliau,” tuturnya sembari ketegasan yang dimiliki beliau merupakan hal yang wajar mengingat almarhum adalah satu di antara pejuang yang tersisa saat perlawanan melawan penjajahan Jepang, 1942 silam.

“Beliau adalah salah satu tokoh penting, khususnya dalam menghimpun masyarakat Carangsari untuk menentang penjajah. Jabatannya adalah komandan staf I Arjuna Selatan Pasukan Gerilya dalam Perang Kemerdekaan tahun 1946,” imbuhnya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved