Gunung Agung Terkini
Aura Magis Begitu Terasa, Seratus Sulinggih Memohon Pengampunan Terkait Kondisi Gunung Agung
Sejumlah umat yang bhatinnya tidak kuat, tampak menitikkan air mata, bahkan ada pula yang bengong tanpa berkata apapun, hanya fokus pada pemujaan
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR– Suasana hening di Pura Er Jeruk, Desa/Kecamatan Sukawati, Gianyar, seketika riuh dengan alunan mantra dan lentingan suara genta, Minggu (1/10/2017).
Sebanyak 100 orang suling Siwa-Bhuda tampak khusyuk dalam doanya.
Dalam ritual Puja Bhasmangkuram Bajra Wakyam itu, para seulinggih beserta ratusan umat Hindu memohon penngampunan, karena tidak bisa menjaga keseimbangan alam, sehingga terjadi ancaman erupsi Gunung Agung.
Baca: PVMBG: Jika Meletus, Letusan ‘Pembuka’ Gunung Agung akan Luar Biasa, Gempa akan Terasa Cukup Lama
Baca: Kisah Saksi Mata Letusan Gunung Agung Tahun 1963, Terdengar Suara Misterius ini dari Puncak
Pantauan Tribun Bali, aura magis sangat kental dalam prosesi ini.
Karena ini, sejumlah umat yang bhatinnya tidak kuat, tampak menitikkan air mata.
Bahkan ada pula yang bengong tanpa berkata apapun, hanya fokus pada pemujaan.
Mereka tampak menghayati setiap lantuan doa yang disuarakan para pedanda.
“Kami mohon pengampunan Ratu Bhatara, ampuni kami yang tidak bisa menjaga alam ini. Mohon ampunan-Mu. Maafkan kebodohan kami selama ini, yang tidak bisa menjaga karunia-Mu,” ujar seorang umat sembari menitikkan air mata.
Selain meminta pengampunan, dalam ritual tersebut para sulinggih melakukan pengelukatan massal untuk para umat.
Hal tersebut bertujuan supaya saat Gunung Agung mengalami erupsi, mereka terhindar dari bencana alam.
Ketua Panitia Ritual Puja Bhasmangkuram Bajra Wakyam, Ida Bagus Putu Wirawan mengatakan, ritual ini dilakukan untuk meminta pengampunan atas dosa umat dan leluhur, yang telah mengusik keseimbangan alam.
Menurut dia, ancaman erupsi Gunung Agung merupakan bentuk peringatan dari Ida Sang Hyangan Widhi karena abai terhadap Konsep Tri Hita Karana.
Karena itu, melalui ritual ini, umat meminta pengampunan.