Gunung Agung Terkini

Gunung Agung Telah Alami 3 Kali Gempa Tremor Non-Harmonic, Ini Penjelasan PVMBG

Berdasarkan hasil pengamatan pos pemantauan Gunungapi Agung di Desa Rendang telah terjadi gempa tremor non-harmonik

Penulis: Putu Candra | Editor: Aloisius H Manggol
Tribun Bali/Rizal Fanany
Gunung Agung 

TRIBUN-BALI-BALI.COM, AMLAPURA- Hasil analisis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), aktivitas Gunung Agung hingga Kamis (12/10/2017) masih tinggi.

Gunung Agung pun masih ditetapkan pada status Awas.

Baca: PVMBG Sebut Jumlah Kegempaan Gunung Agung Tak Biasa, Artikan Isyarat Ini

Berdasarkan hasil pengamatan pos pemantauan Gunungapi Agung di Desa Rendang pada pukul 12.00-18.00 wita, Kamis (12/10/2017) telah terjadi gempa tremor non-harmonik.

Berikut hasil pemantauan lengkapnya:

PERIODE PENGAMATAN: 12-10-2017 12:00-18:00 WITA

GUNUNGAPI

Agung (3142 mdpl), Karangasem, Bali

METEOROLOGI

Cuaca cerah dan berawan. Angin bertiup lemah ke arah tenggara dan barat. Suhu udara 26-30 °C dan kelembaban udara 85-89 %.

VISUAL

Gunung jelas hingga kabut 0-III. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 50-200 m di atas kawah puncak.

KEGEMPAAN

■ Tremor Non-Harmonik

(Jumlah : 3, Amplitudo : 1.5-4 mm, Durasi : 80-140 detik)

■ Vulkanik Dangkal

(Jumlah : 100, Amplitudo : 2-5 mm, Durasi : 6-15 detik)

■ Vulkanik Dalam

(Jumlah : 150, Amplitudo : 4-7 mm, S-P : 1-2.5 detik, Durasi : 7-30 detik)

■ Tektonik Lokal

(Jumlah : 14, Amplitudo : 6-7 mm, S-P : 5-7 detik, Durasi : 35-90 detik)

Terkait hasil pengamatan tersebut,  Kepala Sub-Bidang Mitigasi Pemantauan Gunungapi Wilayah Timur PVMBG Devy Kamil Syahbana mengatakan, tremor non-harmonic sering juga disebut Spasmodic Burst atau Spasmodic Tremor.

Baca: Gunung Agung Masih Fase Kritis, Gunung Ini Malah Kembali Meletus Dini Hari Tadi

Gempa tersebut adalah rentetan beberapa gempa vulkanik dimana satu gempa muncul sebelum gempa sebelumnya selesai.

Ia mengatakan, secara fisis merefleksikan aliran fluida magmatik (gas, liquid atau solid).

Baca: Pandita Mpu Purohita: ‘Beliau’ Isyaratkan Letusan Gunung Agung adalah Fakta yang Tak Bisa Diubah

Devy menjelaskan, tidak semua tremor seperti yang dialami Gunung Agung saat ini diikuti letusan kecuali jika terjadi terus-menerus.

Dirinya mengatakan, manifestasi permukaan bisa hanya berupa pelepasan gas atau asap ke permukaan.

Ia berharap, manifestasi permukaan hanya berupa gas dan asap saja sehingga tekanan di bawah cepat habis.(*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved