Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Gunung Agung Terkini

Intensitas Gempa Gunung Agung Menurun, Ternyata Menandakan Terjadinya Perubahan Ini

Kondisi tersebut tidak menunjukkan adanya penurunan aktifitas Gunung Agung secara gradual

Penulis: Saiful Rohim | Editor: Aloisius H Manggol
Magma Indonesia
Gunung Agung 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA- Jumlah gempa sekitar Gunung Agung rata–rata terjadi sekitar 300 kali setiap hari, tercatat sejak tanggal 19 Oktober 2017 sampai sekarang.

Perubahan jumlah gempa, menurut Kepala Sub Bidang Mitigasi Pemantauan Gunung Api, Devy Kamil Syahbana, bukan pola penurunan.

Baca: Jro Mangku Mokoh Muspa di Puncak Gunung Agung, Suara Angin Seperti Desiran Ombak, Ini Keyakinannya

Baca: Hari Ini Status Gunung Agung Dievaluasi, Seperti Apa Kondisi Terkininya?

Kondisi itu adalah penurunan baseline.

Artinya, biasanya jumlah kegempaan sekitar 600–1.000-an, sekarang baselinenya sekitar 100–300 an.

Baca: Kesaksian Jro Mangku Mokoh: Dua Lubang di Kawah, Yakin Tuhan Melinggih di Puncak Gunung Agung

Menurutnya, kondisi tersebut tidak menunjukkan adanya penurunan aktifitas Gunung Agung secara gradual.

Saat jumlah gempa berubah, itu menandakan ada perubahan spasial dalam lokasi kegempaan.

Pola kegempaan sebelumnya, tersebar dari sekitar kawah – ke barat hingga  barat laut.

Tanggal 20 Oktober 2017, saat jumlah kegempaan drop, hypocenter kegempaan berubah dari sekitar kawah menuju arah timur laut.

Artinya, ada perubahan dan perpindahan sumber di tubuh Gunung Agung.

“Perubahan ini harus dimonitor terus. Ini pertanda ada akuiver dalam lapisan sterato dalam tubuh Gunung Agung. Artinya ada perubahan dan perpindahan sumber,” jelas  Devy, Rabu  (25/10/2017).

Menurutnya, perubahan lokasi gempa, mungkin dikarenakan magma mulai mengisi resevoar yang dangkal.

Untuk mengisi reservoar perlu waktu.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved