Gunung Agung Terkini
Drone Gagal Ambil Sampel Gas Gunung Agung, Ada Rekaman Video Gunung Agung dari Drone Ini
Tim kembali menerbangkn drone dari Lapangan Selat, Desa/Kecamatan Selat, Minggu (19/11/2017) siang hari
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA– Tim AeroTerrascan, kembali terbangkan pesawat tidak berawak atau drone, setelah gagal peroleh sampel gas untuk membaca aktivitas Gunung Agung.
Tim kembali menerbangkn drone dari Lapangan Selat, Desa/Kecamatan Selat, Minggu (19/11/2017) siang hari.
Staff PVMBG yang mendampingi tim drone, Ugan Saing mengatakan, tim kembali terbangkan drone lantaran belum mendapat sampel gas yang diinginkan.
Seperti CO2 (Karbondioksida), XO2 (Sulfurdioksida), serta H2O (Uap air).
Saat penerbangan pertama, alat sensor gas hanya peroleh uap air.
“Sekarang kita coba lagi mengambil sampel gas dengan cara menerbangkan drone, dengan dilengkapi alat sensor gas. Tadi sudah 2 kali kita coba tapi gagal. Rencana kita coba yang ke 3 kalinya tapi cuaca tidak mendukung. Awan terlalu tebal, sangat menganggu penerbangan,” kata Saing.
Staff Ahli Madia PVMBG, Umar Rosidi menjelaskan, Tim Aero Terrascan hari ini sudah dua kali menerbangkan drone AI 450.
Sayangnya drone tak sampai ke puncak gunung, hanya ketinggian 1.200 MDPL.
Kendalanya karena baterai mulai melemah, serta alami noise saat penerbangan.
“Kemarin penerbangan memang sampai atas kawah. Cuma kita belum dapat sampel gas. Kemarin pesawatnya tidak disertai kamera, hanya alat sensor gas. Sehinga kita tidak tahu pesawat sudah sampai di kawah atau belum. Sekarang pesawat sudah disertai dengan kamara,” kata Umar.
Umar Rosidi berharap, penerbangan selanjutnya tidak ada masalah dan bisa terbang hingga ketinggian 3.300 MDPL dan dapat mengelilingi sekitar kawah gunung, serta mengambil komposisi gas yang dibutuhkan.
Sehingga petugas dari PVMBG segera menganalisa aktivitas Gunung Agung terkini.
Tim Desain dari Aero Terrascan, Dirgantara Purnama mengaku, penerbangan terhambat lantaran cuaca yang tidak bersahabat.
Mendung cukup tebal, dan gerimis di sekitar Gunung Agung.
Angin diatas tidak menentu, jadi pergerakan pesawat mengalami tambling, dan sangat membahayakan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/gunung-agung_20171119_183756.jpg)