Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Gunung Agung Terkini

Yang Terjadi di Gunung Agung Kini Adalah Letusan Freatik, Ini Dampak Dan Prediksi ke Depannya

Kondisi ini membuat warga berduyun-duyun memadati Pos Pantau Gunung Api Agung di Desa/Kecamatan Rendang, Karangasem, Bali.

Tayang:
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Eviera Paramita Sandi
Tribun Bali / Eka Mita Suputra
Kondisi di sekitar wilayah Gunung Agung 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Gunung Agung dinyatakan erupsi, Selasa (21/11/2017) sore sekitar pukul 17.15 Wita.

Kondisi ini membuat warga berduyun-duyun memadati Pos Pantau Gunung Api Agung di Desa/Kecamatan Rendang, Karangasem, Bali.

Baca: Letusan Gunung Agung Kemarin Masih Eksternal, Kegempaan Belum Mengindikasikan Letusan Magmatik

Warga banyak bertanya-tanya, terkait letusan Gunung Agung yang menghasilkan asap pekat berwarna keruh setinggi 700 meter tersebut.

Baca: Letusan Gunung Agung Masih Berlangsung, Tinggi Asap Pekat Capai 700 Meter

Baca: Keluarkan Asap Pekat, PVMBG Sebut Gunung Agung Erupsi

Baca: BREAKING NEWS Ini Live Video Terkini Dari Gunung Agung, Asap Pekat Membubung Tinggi

Kepala Pos Pantau Gunung Api Agung di Desa/Kecamatan Rendang, Karangasem, Dewa Mertayasa menegaskan, letusan yang terjadi terhadap Gunung Agung tersebut merupakan letusan freatik.

Gunung Agung diamati dari Pos Pantau
Gunung Agung diamati dari Pos Pantau (Tribun Bali/Eka Mita Suputra)

Letusan tersebut bersumber dari air kawah, dampak dari naiknya magma yang terpantau sejak tanggal 22 oktober lalu.

Panasnya batuan ditambah tingginya curah hujan di sekitar kawah, memicu asap pekat mengandung debu yang bersumber dari material di sekitar kawah.

"Letusan gunung Agung tadi merupakan letusan freatik. Sementara, kegempaan belum mengindikasikan terjadinya letusan magmatik," Jelas Dewa Mertayasa.

Namun demikian, Dewa Mertayasa meminta masyarakat terutama di lereng timur dan tenggara Gunung Agung untuk tetap waspada.

Mengingat arah angin membawa partikel debu letusan Gunung Agung ke arah Timur dan tenggara Gunung Agung.

Gunung Agung
Gunung Agung (Istimewa)

"Letusan seperti ini kedepannya kemungkinan akan sering terjadi. Ini masih ekternal, bukan langsung dari aktivitas magmatik. Tapi masyarakat di sisi timur dan tenggara lereng Gunung Agung untuk tetap waspada, karena debu berterbangan ke arah tersebut," jelas Dewa Mertayasa.

Meskipun sudah dinyatakan mengalami erupsi, namun PVMBG belum berencana untuk melakukan peningkatan status aktivitas vulkanik gunung agung.

Hal ini masih harus menunggu data lainnya seperti kegempaan (seismik), dan deformasi gunung.

Berdasarkan evaluasi terakhir, PVMBG masih menganalisis aktivitas vulkanik Gunung Agung masih berada di Status  Siaga (level 3).

Dari aktivitas vulkanik belum menunjukkan adanya lonjakan kenaikan kegempaan.

Tremor Non-Harmonik sebanyak 1, kali dengan amplitudo 2 mm dan durasi 36 detik.

Gempa vulkanik dalam sebanyak 2 kali dengan amplitudo 5-6 mm dan durasi 8-26 detik.

Sementara, letusan freatik Gunung Agung tersebut membuat masyarakat sekitar panik.

Masyarakat dari wikayah Desa Besakih dan sekitarnya berduyun-duyun untuk kembali mengungsi.

"Tadi pagi saya pulang. Tapi sore tadi warga lihat asap pekat, warga panik dan kembali ke pengungsian," Ujar warga Desa Besakih, Gusti Ngurah Darmayasa ketika ditemui di Pos Pengamatan Gunung Api Agung Desa/Kecamatan Rendang.

Gunung Agung
Gunung Agung (Istimewa)

Ia menceritakan, beberapa masyarakat Besakih panik saat Gunung Agung mengeluarkan asap pekat berwarna keruh.

Namun demikian, warga tidak ada merasakan getaran berarti sebelum letusan.

"Tidak ada gempa yang kami rasa. Tiba-tiba saja ada asap pekat. Karena panik, kami sekeluarga memilih untuk kembali mengungsi ke Desa Rendang," Jelas Dharmayasa. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved