Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Gunung Agung Terkini

Dinkes Provinsi Bali Terjunkan 336 Tim Paramedis ke Posko Pengungsian Gunung Agung

Dinas Kesehatan Provinsi Bali juga sudah menyebarkan 60 ribu masker ke warga pengungsian

Penulis: Hisyam Mudin | Editor: Aloisius H Manggol
Tribun Bali/M. Fredey Mercury
Sejumlah pengungsi asal desa muncan yang mengungsi di GOR Swecapura, Minggu (26/11/2017). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dinas Kesehatan (dinkes) Provinsi Bali kembali menerjunkan sejumlah tim medis ke posko-posko pengungsian Gunung Agung.

Hal tersebut dilakukan terkait dengan meningkatnya aktivitas Gunung Agung yang kembali mengalami erupsi. 

Menurut Kepala Dinas Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya, MPPM, pihaknya sudah menerjunkan tim medis ke posko-posko pengungsian yang tersebar dibeberapa titik.

"Dari awal memang kami sudah menurunkan tim. Pada status awas dulu kita turunkan sekitar 84 dokter umum dan 336 tim paramedis. Karena statusnya turun ke level 3 sehingga separuh tim kita tarik saat itu. Tapi mulai kemarin sudah kita turunkan lagi. Tenaga medis yang kembali diturunkan full tim," ungkapnya saat dikonfirmasi via sambungan telepon, Minggu (26/11/2017).

Diungkapkannya, tim medis dari provinsi Bali tersebar di 7 posko utama, mulai dari Kabupaten Karangasem sampai Kabupaten Buleleng dan Kabupaten Klungkung.

Tim medis tersebut akan bertugas dan siap melayani masalah kesehatan para pengungsi selama 24 jam di 7 posko utama.

7 posko utama tersebut seperti posko di Kecamatan Sideman, Kecamatan Manggis, Kecamatan Kubu, Kecamatan Abang, Kecamatan Tejakula dan posko di GOR Swecapura, Klungkung.

"Kita dari dinkes provinsi siapkan di 7 posko utama. Sedangkan di posko tambahan kita sudah membagi dengan dinkes yang ada di tiap kabupaten. Untuk banjar-banjar yang ada pengungsinya akan ditangani oleh puskesmas setempat, "ujarnya.

Suarjaya juga mengatakan, selain tim medis, pihaknya juga sudah menyebarkan 60 ribu masker ke warga pengungsian.

"Untuk masker dulu memang sudah disebarkan 60 ribu masker. Saya juga sudah sampaikan ke dinas kesehatan kabupaten untuk membagikan 30 ribu masker yang tersisa. Untuk masker sendiri saya pikir tidak kurang. Banyak juga yang mau nyumbang, "ujarnya.

Selain itu, Suarjaya juga mengimbau agar masyarakat terus waspada.

"Jika keluar dan beraktivitas harap agar memakai kacamata dan baju lengan panjang agar tidak teriritasi. Karena abu partikel kecil ini tidak bisa dilihat. Abu partikel kecil ini pertama bisa mengiritasi mata dan kulit. Jika dihirup bisa mengalami infeksi saluran pernapasan. Selain itu bisa mencemari air karena mengandung balerang," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved