Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Gunung Agung Terkini

Ini Hasil Pantauan dan Analisis Kondisi Gunung Agung Secara Lengkap Dibandingkan Tahun 1963

PVMBG pun telah mengestimasi besaran indeks letusan Gunung Agung yang terjadi hingga saat ini

Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Gunung Agung dilihat dari Amed, Karangasem, Minggu (26/11/2017) 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA- Gunung Agung terus mengalami erupsi dan mengepulkan asap abu vulkanik hingga Rabu (29/11/2017).

PVMBG pun telah mengestimasi besaran indeks letusan Gunung Agung yang terjadi sejak tanggal 21 September lalu, hingga letusan  terbesarnya, Selasa (28/11/2017) sore yang diikuti dengan tremor overscale.

Baca: 7 Dampak yang Dikhawatirkan, Buntut Peningkatan Aktivitas Gunung Agung dan Penutupan Bandara

Baca: Tremor Menerus dan Tampak Sinar Api di Puncak Gunung Agung, PVMBG: Lava Sudah di Permukaan

Baca: Gempa 3,1 SR karena Pergerakan Magma, PVMBG: Tingkatkan Kesiapsiagaan

"Rekaman tremor overscale Selasa (28/11/2017) kemarin itu, merupakan letusan terbesar yang dialami Gunung Agung selama krisis ini berlangsung atau sejak bulan September lalu. Kita lalu mencoba estimasi besaran letusan itu dengan skala ideks letusan Volcanic Explosivity Index (VEI)," jelas Kepala Sub-Bidang Mitigasi Pemantauan Gunungapi Wilayah Timur PVMBG, Devy Kamil Syahbana, Rabu (29/11/2017). 

Berdasarkan besar letusan dan dampak yang ditimbulkannya, PVMBG mengestimasi jika indeks letusan gunung Agung, Selasa (28/11/2017) masih berada di skala kurang dari VEI-2 .

Besaran letusan ini jauh lebih kecil dari pada letusan terbesar Gunung Agung tahun 1963 lalu yang mencapai VEI-5 lebih. 

"Letusan ini tidaklah besar dibandingkan tahun 1963 lalu dan semoga saja terus menurun aktifitas vulkaniknya. Tapi berdasarkan data kami sejauh ini, baik dari sisi kegempaan, deformasi, Geokimia, dan citra satelit, kecenderungan masih akan ada letusan-letusan berikutnya. Ini karena kita masih merekam adanya pertumbuhan magma. Data masih terus bergerak," jelas Devy. 

Berdasarkan evaluasi tim PVMBG, Rabu (29/11/2017) periode 00.00 Wita sampai 18.00 Wita, Gunung Agung masih terus mengalami erupsi magmatik.

Intensitas abu vulkanik yang dimuntahkan Gunung Agung Rabu (29/11/2017) relatif lebih kecil yakni setinggi 2000 meter, dari pada hari sebelumnya yang mencapai 3000 hingga 4000 meter.

Sementara, secara deformasi, tubuh gunung Agung juga masih mengalami inflasi (pengembungan) yang cukup signifikan.

Sementara secara Geokimia, di sekitar kawah Gunung Agung terdeteksi kadar So2 (Sulfur Dioksida) mencapai 2000 sampai 3000 ton. 

"Ini menandakan magma berada di kedalaman dangkal. Sebagai  perbandingan, sebelum merapi memasuki letusan terbesarnya tahu 2010 lalu, kadar So2  1000 ton. Kalau Gunung Agung saat ini sudah melebihi itu," jelas Devy Syahbana.

Dari citra satelit Nasa juga masih terdeteksi penumbuhan lava di kawah Gunung Agung.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved