Gunung Agung Terkini
BNPB: Menelaah Perbedaan Pemahaman Terkait Aktivitas Gunung Agung
Sebagian masyarakat menganggap erupsi Gunung Agung adalah peristiwa spiritual sehingga mereka memasrahkan diri sepenuhnya pada kekuasaan Tuhan
Penulis: Aloisius H Manggol | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM- Meletusnya Gunung Agung yang diikuti peningkatan status Awas dan penetapan radius 8 -10 km sebagai daerah berbahaya oleh PVMBG pada Senin (27/11/2017) telah berkonsekuensi masyarakat harus mengungsi keluar dari radius berbahaya tersebut.
Berdasarkan rilis yang diterima Tribun Bali, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho merincikan, ada 22 desa dengan perkiraan jumlah penduduk di radius berbahaya tersebut sekitar 90.000 hingga 100.000 jiwa.
Baca: Ini Pengakuan Penumpang Kapal Legundi Saat Melihat Erupsi Gunung Agung dari Atas Kapal
Mereka harus mengungsi karena mereka tinggal kawasan rawan bencana yang ancamannya adalah bahaya dari landaan awan panas, aliran lava, guguran batu, lontaran batu pijar, dan hujan abu lebat.
Sangat berbahaya dan mematikan.
Sutopo menjelaskan, masih ada sebagian masyarakat yang belum mau mengungsi disebabkan beberapa alasan, antara lain masih terbatasnya pemahaman masyarakat akan ancaman erupsi, warga yang tinggal di zona bencana merasa aman dan tidak perlu melakukan pengungsian.
Selain itu, sebagian masyarakat menganggap bahwa erupsi Gunung Agung adalah peristiwa spiritual sehingga mereka memasrahkan diri sepenuhnya pada kekuasaan Tuhan.
Ada juga alasan menjaga ternak, lahan pertanian, dan rumahnya.
Sebagian ada juga yang cenderung untuk menantang dirinya, misalnya dengan melakukan swa-foto di tempat-tempat yang berbahaya.
Di media sosial sudah ada beberapa anak muda yang naik ke dekat puncak gunung dan berendam di banjir lahar hujan.
Jelas ini sangat berbahaya.
Kombinasi dari berbagai faktor tersebut kemudian menyebabkan perbedaan keputusan di antara warga.
Sebagian warga mengambil keputusan sangat aman, yaitu dengan melakukan pengungsian secepat mungkin sesuai dengan rekomendasi dari PVMBG.
Di sisi lain, ada pula warga yang mengambil keputusan sangat berbahaya, yaitu mereka bersikeras untuk tetap tinggal di zona bahaya.
Pemerintah terus menyampaikan imbauan dan sosialisasi kepada masyarakat agar mematuhi rekomendasi PVMBG.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/gn-agung_20171130_111521.jpg)