Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Gunung Agung Terkini

Pasebaya Laporkan 6 Dampak Abu Vulkanik Gunung Agung, Beberapa Ekor Anjing Ditemukan Mati

Terkini, Pasemetonan Pasebaya melaporkan adanya sejumlah dampak dari abu vulkanik Gunung Agung di wilayah terdampak. Begini selengkapnya.

Tayang:
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Ady Sucipto
Tribun Bali/Rizal Fanany
Gunung Agung keluarkan kepulan asap setinggi kurang lebih 3000 meter terlihat di Desa Kubu, Karangasem, Bali, Selasa (28/11). 

"Sawah saya di sini 20 are. Semoga saja lahar dingin tidak meluber ke persawahan seperti di hulu. Kalau sekarang saya belum berani panen, nanti takut laharnya tiba-tiba besar," ujar Wayan Suyasa.

Curah hujan tinggi yang mengguyur Gunung Agung membuat sungai Yeh Sah yang membentang dari hulu di Desa Sebudi hingga berhilir di Sungai Unda Klungkung kembali diterjang banjir lahar dingin. Fenomena alam ini pun menjadi tontonan ratusan warga.

Warga memadati jembatan Sungai Yeh Sah, Desa Muncan, Selat sejak pagi hari. Banjir bahkan  kian membesar pukul 10.14 Wita.

Fenomena ini bukan membuat warga menjauh tapi malah mendekat karena rasa penasaran.

Warga berduyun-duyun menyaksikan hal tersebut dari dekat. Tampak banjir membawa berbagai material seperti batu dan lumpur. Batu-batu besar juga hanyut terbawah arus lahar  dari hulu.

Pantauan Tribun Bali, aliran lahar dingin ini sangat kuat. Saking kuatnya, jembatan terasa bergoyang diterjang lahar saat berada di atasnya. Banjir lahar dingin ini sudah terjadi sejak Rabu malam (29/11). Namun warga baru berbondong-bondong datang menyaksikannya di pagi kemarin

"Sudah dari tadi pagi di sini. Saya ke sini karena ingin tahu aja terjangan lahar dingin ini," jelas Sumarjaya, seorang warga Menanga.

Bau belerang pun tercium di sekitar lokasi banjir lahar dingin. Namun bau lumpur masih lebih dominan. Tidak hanya mengalir di sungai, banjir lahar dingin tampak meluber hingga ke tengah sawah. Tampak sungai dan sawah rata dengan aliran lumpur. Hal ini mengakibatkan tanaman pertanian mengalami kerusakan.

Gunung Agung, Kamis (30/11/2017) dini hari pukul 09.30 WITA dari Bukit Abang, Karangasem, Bali
Gunung Agung, Kamis (30/11/2017) dini hari pukul 09.30 WITA dari Bukit Abang, Karangasem, Bali (Tribun Bali / I Nyoman Mahayasa)

Kepala PVMBG Kasbani menjelaskan, pihaknya menerima informasi bahwa terjangan lahar dingin atau lahar hujan pada Kamis (30/11) terjadi di sungai Sabuh dan sungai Yeh Sah. Lahar hujan atau yang lumrah disebut lahar dingin ini sangat berpotensi terjadi, karena Gunung Agung telah mengeluarkan material vulkanik dan diguyur hujan deras seJak Rabu malam (29/11).

"Selain warga di radius bahaya 8 sampai 10 kilometer, kita himbau masyarakat untuk sementara waktu tidak beraktivitas di sungai. Mengingat curah hujan dari hulu atau dari lereng Gunung Agung masih cukup tinggi," jelas Kasbani.

Lahar yang menerjang sungai tersebut membawa material piroklastik berupa debu, kerikil, dan lumpur. Ancaman bahaya dari terjangan lahar dingin ini pun dapat merusak apapun yang diterjangnya.

"Ancaman bahayanya lebih ke fisik. Memang ada aroma belerang, tapi setelah sampai di hilir kadarnya sudah tidak berbahaya. Sementara waktu, hindari beraktivitas di sungai," jelas Kasbani.

Ancam 25.680 Hektare Sawah

Sementara itu, kemarin Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mulai memetakan lahan pertanian yang terancam dampak erupsi seandainya terjadi letusan besar Gunung Agung.

Deputi I BNPB, Wisnu Widjaja mengatakan, lahan pertanian yang terancam jumlahnya sekitar 25.680,52 haktare.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved