Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Gunung Agung Terkini

Pasebaya Laporkan 6 Dampak Abu Vulkanik Gunung Agung, Beberapa Ekor Anjing Ditemukan Mati

Terkini, Pasemetonan Pasebaya melaporkan adanya sejumlah dampak dari abu vulkanik Gunung Agung di wilayah terdampak. Begini selengkapnya.

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Ady Sucipto
Tribun Bali/Rizal Fanany
Gunung Agung keluarkan kepulan asap setinggi kurang lebih 3000 meter terlihat di Desa Kubu, Karangasem, Bali, Selasa (28/11). 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA – Gunung Agung sepanjang Jumat (1/12) terpantau berbeda dari beberapa hari sebelumnya.

Jika dua hari terakhir, Gunung Agung terlihat mengeluarkan asap tebal berwarna pekat yang membumbung tinggi, kini situasi semburan asap relatif lebih sedikit dari sebelumnya.

Kendati demikian, status dari Gunung Agung masih dalam level Awas, atau level tertinggi yang telah ditetapkan oleh PVMBG.

Selain kondisi Gunung Agung yang masih fluktuatif, sejumlah laporan terkini mengenai dampak vulkanik Gunung Agung mulai dilaporkan oleh pihak terkait.

Aliran Lahar Dingin Gunung Agung
Aliran Lahar Dingin Gunung Agung (Kolase Tribun Bali)

Terkini, Pasemetonan Pasebaya melaporkan adanya sejumlah dampak dari abu vulkanik Gunung Agung di wilayah terdampak. Begini selengkapnya.

Laporan dari Pasebaya 1 Desember 2017 pemantauan bersama Kapolda Bali dengan Ketua Pasebaya:

1. Tanaman keras seperti kopi, cempaka, boni, sengon, manggis dan lainnya semua berguguran daunnya dan ada yang mati akibat hujan abu yang mengadung zat blerang.

2. Rerumputan dari Dusun Sogra menuju pura pasar agung yang radiusnya 5 km dari bibir kawah mengering semua.

3. Beberapa ekor hewan seperti anjing yang ditinggal dirumah ada yang mati, akibat kelaparan atau tidak kuat menghirup bau belerang.

4. Suara binatang kelaparan seperti kera masih terdengar di parkir bawah akibat buah yang biasa dimakan oleh kera tidak ada lagi.

5. Jalan menuju pura pasar agung penuh lumpur dan atau sisa debu  vulkanik dan daun daunan berserakan di aspal yang mengakibatkan jalan licin dan bisa menyebabkan kecelakaan apabila di lalui kendaraan.

6. Bau belerang sangat keras dan terasa yang mengakibatkan sakit kepala dan pusing apabila terus menghirupnya.

Dengan beberapa catatan di atas Kami imbau kepada semua masyarakat di KRB 3 dan 2 untuk tidak ada aktivitas apapun dan atau memasuki zona berbahaya tersebut.

Warga menonton banjir lahar dingin yang menerjang Sungai Yeh Sah, Rendang, Karangasem, Kamis (30/11/2017)
Warga menonton banjir lahar dingin yang menerjang Sungai Yeh Sah, Rendang, Karangasem, Kamis (30/11/2017) (Tribun Bali/Eka Mita Suputra)

Tak hanya itu, rasa cemas juga mulai dirasakan oleh warga. Satu diantaranya adalah  I Wayan Suyasa, warga Desa Selat, Karangasem, Kamis (30/11). Ia khawatir lahan pertaniannya yang terletak di tepi sungai Yeh Sah ikut diterjang banjir lahar dingin yang terjadi sejak Rabu malam (29/11).

Terlebih lahan pertaniannya tersebut saat ini ditumbuhi padi yang sudah siap panen.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved