Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Gunung Agung Terkini

Kunjungan Wisatawan ke Bali Diprediksi Kembali Meningkat saat Libur Natal dan Tahun Baru

Namun, dalam tiga hari terakhir hanya 3.000- 4.000 orang dan laporan terakhir naik jadi 5.000 orang.

Penulis: A.A. Gde Putu Wahyura | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Tribun Bali/Hisyam Mudin
Objek wisata favorit di Bali, Pantai Kuta, Badung, tampak sepi pada Selasa (5/12). Kunjungan wisatawan ke Bali berkurang akibat erupsi Gunung Agung, hingga menyebabkan ribuan hotel memotong jam kerja para karyawan. 

Sampai bulan Oktober 2017 sudah ada 5.011.468 wisman ke Bali.

Data terbaru pihak Imigrasi, pada selama bulan November ada 383.910 wisman ke Bali.

Dengan demikian, sudah ada sekitar 5,39 juta wisman ke Bali selama 2017 hingga akhir November.

“Sampai Oktober 2017, wisman China terbanyak yakni 1.287.799 orang (naik 25,7 persen) dari 820.345 (2016). Kemudian wisman Australia sebanyak 938.769 orang. Saya optimistis kita bisa tembus 5,5 juta wisman di akhir Desember 2017,” jelasnya.

Terpisah, anggota Komisi II DPRD Bali, A.A. Ngurah Adhi Ardhana mengatakan bahwa saat ini wisatawan di Bali adalah wisatawan yang memang memperpanjang masa tinggalnya, dan bukan wisatawan yang baru datang. Mereka menunda keberangkatan dan menghabiskan sisa uangnya apalagi ada diskon besar tarif kamar hotel karena adanya erupsi Gunung Agung.

“Belum ada jumlah wisatawan yang baru datang, sehingga tingkat hunian saat ini mencapai 20 persen. Untuk bisa bertahan hidup, pengusaha hotel dan restoran mulai banting harga dan memberikan diskon sampai 50 persen,” ujarnya.
Adhi Ardhana memprediksi pemberian diskon besar ini akan terus dilakukan sampai pada kondisi normal.

Tingkat kepercayaan dari sejumlah maskapai penerbangan, kata dia, juga terus menurun setelah terjadi erupsi, karena belum ada jaminan keamanan dalam penerbangan dan itu penuh resiko.

Oleh karena itu, ada kebijakan dari dunia perbankan seperti Bank Indonesia (BI), bank BUMN dan bank milik pemerintah daerah (BPD) untuk memberikan kemudahan agar pengusaha pengutang bank dapat bertahan dan tidak sampai terjadi pemutusan hubungan kerja menghadapi kondisi sulit ini.

“Selama ini dunia pariwisata memang sudah mendapat untung. Perekonomian Bali digerakkan sekitar 60 persen oleh usaha pariwisata. Kalau sektor ini terpuruk, dipastikan dampaknya besar pada ekonomi Bali dan nasib jutaan pekerja dipertaruhkan. Kita berharap tidak sampai terjadi PHK, dan ekonomi segera pulih,” ujar Adhi Ardhana yang juga Wakil Ketua PHRI Bali ini.(*)

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved