Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Gunung Agung Terkini

Terkena Dampak Erupsi Gunung Agung, Ayu Astuti Masih Bersyukur Tidak Ada PHK

Puncaknya setelah Bandara Internasional Ngurah Rai sempat tutup sampai dua hari pada akhir November lalu.

Tayang:
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Pesawat melintas di atas Jl. By Pass Ngurah Rai, Tuban, Kuta, Kabupaten Badung, Bali 

“Ya misalnya mengundang media internasional kemari, dan mengatakan di Kuta tidak ada apa-apa dan masih aman, sebab yang terdampak hanya jarak 12 km saja,” harapnya.

Besarnya angka penurunan wisatawan ke Bali ini salah satunya juga tak lepas dari adanya kebijakan pemerintah China yang membatasi warganya untuk ke Bali.

Bahkan mereka sudah menghentikan penerbangan ke Bali sejak 3 Desember 2017 dan berlaku hingga Januari 2018.

“Sejauh ini yang tidak terbang ke Bali dari China adalah rute Peking-Denpasar-Peking, kemudian rute Pudong-Denpasar-Pudong. Jadwalnya sejak 3 Desember 2017 hingga 31 Januari 2018,” ungkap Communication & Legal Section Head PT Angkasa Pura I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim, Jumat (8/12/2017) lalu.

Selain itu, ada juga pembatalan penerbangan Eva Air dari Taipei-Denpasar-Taipei pada tanggal 5,9, dan 13 Desember 2017.

“Masing-masing 1 hari 1 kali, dengan kapasitas pesawat A-330/300, dan approximately 400 pax,” sebutnya.

Ia enggan menanggapi, berapa kerugian bandara terkait hal ini.

Namun ia menduga, travel warning dari pemerintah China yang menjadi faktor pembatalan penerbangan ke Bali ini.

"Tapi memang tentu secara official adalah operation reason,” tegasnya.

Data kunjungan saat musim sepi (low session), turis dari China yang datang ke Bali tiap harinya sebanyak 15 penerbangan dengan jumlah rata-rata 150 turis per pesawat.

Sementara pada pada musim puncak bulan Juli-Agustus, terdapat 30 hingga 35 penerbangan dari China ke Bali setiap hari dengan jumlah penumpang rata-rata 150 setiap pesawat.

Ketua Asita Bali, Ketut Ardana, menyebut tidak adanya penerbangan dari Negeri Tirai Bambu ini membuat isian hotel hanya sekitar 10-15 persen. Jauh dari kondisi normal sekitar 60-65 persen.

“Nah dari sekitar 410 anggota Asita, sekitar 60 persennya adalah perusahaan yang berkosentrasi di China market,” jelasnya.

Ia pun mengatakan tidak ada yang bisa dilakukan, selain berdoa agar erupsi Gunung Agung segera berakhir dan kondisi kembali normal seperti sediakala. (*)

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved