Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Gunung Agung Terkini

Okupansi Hotel Bintang di Bali Mulai Sentuh 75%, Cok Ace Sebut karena 3 Hal Ini

“Ini yang hotel berbintang di daerah Nusa Dua, Kuta, dan sekitarnya termasuk di Ubud,” katanya kepada Tribun Bali

Tayang:
Tribun Bali/Hisyam Mudin
Jumlah pengunjung wisatawan mancanegara di pantai Doublesix, Seminyak, Kuta, Badung, Bali, Sabtu (23/12/2017) siang ini tampak lebih ramai dari beberapa pekan yang lalu. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Senada dengan kedatangan wisman di Bandara Ngurah Rai yang mulai pulih, okupansi atau tingkat isian kamar hotel juga mulai membaik.

Ketua PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau Cok Ace, mengatakan okupansi sudah normal dan berada di atas 75 persen.

“Ini yang hotel berbintang di daerah Nusa Dua, Kuta, dan sekitarnya termasuk di Ubud,” katanya kepada Tribun Bali, Selasa (26/12/2017).

Sedangkan untuk hotel non-bintang, okupansinya masih antara 10-20 persen, atau masih di bawah okupansi hotel berbintang di Bali.

Cok Ace menjelaskan, ada tiga penyebab yang memicu mulai kembalinya okupansi hotel bintang di Bali.

Salah satunya, karena banyak hotel melakukan promosi akhir tahun.

“Hal ini lazim pada bulan ramai, sebab setelah tanggal 22 Desember 2017 memang musim ramai atau high season. Mengingat ini awal libur Natal di luar negeri,” katanya.

Selain itu, penyebab lain yang paling penting adalah kedatangan Presiden Jokowi ke Bali yang diikuti dengan adanya pencabutan status tanggap darurat pada tingkat provinsi Bali terkait aktivitas Gunung Agung.

Kedatangan presiden dan pencabutan status tanggap darurat itu mengirim pesan kepada para wisatawan bahwa Bali memang aman untuk dikunjungi.

Hal senada diakui oleh pemilik Villa Puspa Graha Villatel, Wayan Puspanegara. “Pariwisata Bali akhir tahun 2017 berangsur pulih, namun memang tak seperti kondisi pada akhir tahun 2016, karena saat ini Gunung Agung masih status Awas dan erupsi masih fluktuatif. Namun, bisa dipastikan Bali masih sangat aman dan  nyaman untuk dikunjungi, dan pariwisata Bali diyakini akan berangsur normal serta stabil,” jelas Puspanegara.

Ia menambahkan, kemerosotan tajam terjadi setelah ada penutupan operasional Bandara I Gusti Ngurah Rai akibat letusan Gunung Agung pada akhir November lalu.

“Ditambah faktor psikologis temporer, erupsi kala itu telah membuat kondisi kunjungan wisman ke Bali sempat anjlok ke titik nadir pada 27-28 November,” kata Puspanegara. Bahkan pada 29 November 2017, jumlah wisman yang masuk ke Bali hanya 17 orang.

Kondisi mulai berangsur membaik sejak 16 Desember, dan jumlah kedatangan wisman melalui Bandara Ngurah Rai akhirnya mencapai 12 ribu orang per hari bahkan 14 ribu menjelang Natal lalu yang bertahan hingga kemarin.

Menurut data, kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) di Bandara International Ngurah Rai pada 18 Desember lalu lalu masih sekitar 4.000-an orang.

Namun pada Senin (25/12/2017), jumlah kedatangan wisman sudah mencapai 14 ribu lebih.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved