Gunung Agung Terkini
Travel Warning Dicabut, Penerbangan dari China ke Bali Mulai Normal
Pemerintah China mencabut travel warning serta larangan terbang ke Bali per 26 Desember 2017.
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Ketua PHRI Badung, IGN Rai Suryawijaya, mengapresiasi pencabutan travel warning ini.
“Tentu ini adalah berita gembira, ini kan hasil kita meyakinkan mereka dari beberapa kali pertemuan dengan konjen, menteri dengan dubes, dan presiden juga turun tangan menyatakan bahwa Bali memang aman. Dan yang penting bagi China, apabila mereka siap untuk datang sepanjang ada garansi apabila erupsi terjadi itu saja,” jelasnya.
Pihaknya pun kini sedang menyiapkan mitigasinya.
Apabila wisman ingin kembali ke hotel maka akan diberikan free semalam.
Apabila ingin terbang melalui Banyuwangi atau Lombok, maka akan disediakan guide dengan makanan, khususnya ke bandara di Jawa Timur seperti Banyuwangi dan Surabaya.
“Kami sangat optimistis, apalagi Imlek ini wisman akan datang cukup banyak,” katanya.
PHRI Badung pun akan gencar melakukan promosi ke luar negeri untuk lebih banyak mendatangkan wisman ke Badung.
Pihaknya pun telah memiliki mitigasi resiko, apabila kembali terjadi erupsi Gunung Agung.
“Apalagi salah satu program BPPD Badung, dan agenda yang paling penting adalah mensosialisasikan program kerja 2018. Ada 12 program kerja yang akan kami lakukan. Di antaranya mulai dari sales mission ke Amerika, LE, Boston, dan New York. Setelah itu ke Australia, lalu ke ITB Berlin, Korea, Jepang, Ausie, juga ada ke middle east, India dan China,” katanya.
Program ini pun bakal didanai Pemkab Badung, dengan dana hampir Rp 7 miliar.
“Tahun ini target kedatangan wisman ke Indonesia sebanyak 15 juta wisman, sedangkan Bali 5,4 juta wisman. Capaian kunjungan wisman ke Pulau Dewata Januari-November 2017 sekitar 5,22 juta wisman atau 95,3 persen dari target. Sehingga dari target untuk Bali masih kurang 256 ribu wisman. Kalau Badung khusus punya target 5,6 juta wisman tahun 2017," sebutnya.
Baginya, jika tidak ada kasus Gunung Agung ini maka Bali sudah bisa mendatangkan 6,5 juta wisman.
“Kalau gak ada Gunung Agung dan tahun depan target kita 7 juta ke Bali dan 17 juta ke Indonesia,” katanya.
Hingga saat ini, tamu tertinggi masih terhitung China, Australia, dan Eropa. Sementara itu, untuk mitigasi pihaknya telah membuat crisis center dan telah disetujui Pemkab Badung.
“Sebaiknya setiap kota, kabupaten, dan provinsi membuat krisis centre. Sehingga ketika terjadi apa-apa bisa cepat action,” katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/bandara-ngurah-rai4_20171130_134138.jpg)